JAKARTA, banuapost.co.id– Nambah lagi korban yang terinfeksi virus corona. Tercatat 18.872 orang dari hasil pemeriksaan 140.915 spesimen sepanjang Jumat (25/6). Dengan tambahan ini, Covid-19 di Indonesia totalnya jadi 2.072.867 kasus. 181.453 pasien di antaranya masih dalam perawatan.
Dilansir dari laman covid19.go.id, hari ini kesembuhan tercatat sebanyak 8.557 pasien. Sehingga totalnya sejak pendemi awal Maret tahun lalu menjadi 1.835.061 orang. Sementara yang meningal dunia, juga bertambah. Kali ini tertinggi sepanjang pandemi, yakni 422 pasien.Kumulasinya pun menjadi 56.437 kasus.
Sedang suspek atau diduga terkait Covid-19, pemerintah masih memantau terhadap 127.422 orang di 510 kabupaten/kota di 34 provinsi. Dengan kondisi suspek sebanyak itu, potensi bertambahnya Covid-19 di Indonesia akan terus terjadi tiap harinya.
Sebelumnya, Kamis (24/6), tercatat total 2.053.995 kasus positif virus corona. 1.826.504 pasien di antaranya sembuh, dan 55.949 lainnya meninggal dunia.
Berikut sebaran 18.872 kasus baru yang dilaporkan 33 provinsi (Kalimantan Utara nihil): DKI Jakarta: 6.93, Jawa Barat: 3.846, Jawa Tengah: 2.118, Jawa Timur: 975, DI Yogyakarta: 783, Kepulauan Riau: 403, Kalimantan Timur: 352, Sumatera Barat: 322, Banten: 313 kasus.
Kemudian: Riau: 274, Sumatera Selatan: 202, Bengkulu: 196, Bali: 195, Sumatera Utara: 190, Nusa Tenggara Timur: 172, Sulawesi Tenggara: 163, Lampung: 153, Jambi: 152, Sulawesi Selatan: 151, Kalimantan Barat: 147 kasus.
Disusul: Maluku: 136, Kalimantan Tengah: 129, Aceh: 103, Maluku Utara: 86, Papua Barat: 85, Bangka Belitung: 68, Kalimantan Selatan: 56, Sulawesi Tengah: 56, Papua: 45, Sulawesi Utara: 36, Gorontalo: 19, Nusa Tenggara Barat: 7, Sulawesi Barat: 5 kasus.

Dengan terus jatuhnya korban akibat paparan Cocid-19 ini, masyarakat diminta berandil menekan penyebararanya dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Seperti memakai masker, selalu mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas dan interaksi.
Imbauan demikian tentunya bukan tanpa alasan. Pasalnya yang menjadi korban semakin banyak. Bahkan tak memandang status maupun usia. Ahli di bidang medis pun banyak yang jadi korban hingga meninggal dunia. (yb/ilust: ist)