JAKARTA, banuapost.co.id– Pecah lagi rekor dalam kasus Covid-19 sepanjang Jumat (2/7) Penambahan warga terinfeksi tercatat 25.830 orang yang diketahui dari hasil pemeriksaan 153.608 spesimen. Sebelumnya, Kamis (1/7), sebanyak 24.836 kasus.
Sementara rekor lainnya, jumlah kematian terdata 539 kasus. Sebelumnya, Kamis (1/7), 504 pasien. Sehingga kumulasinya sejak pandemi awal Maret tahun lalu jadi 59.534 kasus. Sedang akibat tambahan positif baru, totalnya menjadi 2.228.938 kasus. 267.539 pasien di antaranya masih dalam perawatan.
Dilansir dari laman covid19.go.id, hari ini kesembuhan bertambah 11.578 pasien. Sehingga totalnya jadi 1.901.865 orang. Untuk suspek, pemerimtah masih memantau terhadap 135.043 orang tersebar di 510 kabupaten/kota di 34 provinsi.
Sebelum, Kamis (1/6/2021), tercatat total 2.203.108 kasus positif virus corona. 1.890.287 pasien di antaranya sembuh, dan 58.995 lainnya meninggal dunia.
Berikut sebaran 25.830 kasus baru yang dilaporkan 34 provinsi: DKI Jakarta: 9.399, Jawa Barat: 4.920, Jawa Tengah: 2.538, Jawa Timur: 1.388, DI Yogyakarta: 922, Kalimantan Timur: 661, Riau: 506 kasus.
Kemudian: Nusa Tenggara Timur: 487, Kepulauan Riau: 469, Sumatera Barat: 455, Bali: 343, Sulawesi Selatan: 327, Banten: 302, Papua Barat: 301, Lampung: 285, Sumatera Selatan: 243, Kalimantan Tengah: 210, Bangka Belitung: 203, Maluku Utara: 201 kasus.
Disusul: Kalimantan Barat: 199, Sulawesi Tenggara: 199, Maluku: 185, Jambi: 183, Kalimantan Selatan: 159, Bengkulu: 139, Sumatera Utara: 119, Kalimantan Utara: 107, Sulawesi Tengah: 98, Aceh: 94, Sulawesi Utara: 87, Sulawesi Barat: 26, Nusa Tenggara Barat: 25, Gorontalo: 25, Papua: 25 kasus.

Menurut catatan banuapost.co.id, dalam dua pekan ini setidaknya ada 8 rekor penambahan kasus positf. 21 Juni: 14.536 kasus, 23 Juni: 15.308 kasus, 24 Juni: 20.574 kasus, 26 Juni 21.095, 28 Juni 21.342 kasus. 30 Juni 21.807, dan 1 Juli 24.836 kasus, serta 2 Juli 25.830 kasus.
Dengan terus jatuhnya korban akibat paparan Cocid-19 ini, masyarakat diminta berandil menekan penyebararanya dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Seperti memakai masker, selalu mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas dan interaksi.
Imbauan demikian tentunya bukan tanpa alasan. Pasalnya yang menjadi korban semakin banyak. Bahkan tak memandang status maupun usia. Ahli di bidang medis pun banyak yang jadi korban hingga meninggal dunia. (yb/ilust: ist)