JAKARTA, banuapost.co.id– Angka kematian akibat virus corona di Indonesia pecah rekor. Jika sehari sebelumnya, Sabtu (3/7), tercatat 493 kasus, sebaliknya sepanjang Ahad (4/7), terdata 555 orang. Totalnya pun sejak pandemi awal Maret tahun lalu jadi 60.582 kasus.
Sementara kasus baru hari ini bertambah 27.233 warga yang terkonfirmasi positif. Sehinga totalnya menjadi 2.284.084 kasus. 295.228 pasien di antaranya masih dalam perawatan.
Sedang kesembuhan, sebagaimana dilansir dari laman covid19.go.id, di hari yang sama ini terdata 12.127 pasien. Sehingga kumulasinya menjadi 1.928.274 orang.
Untuk suspek atau diduga terkait Covid-19, pemerintah masih memantau terhadap133.189 orang tersebar di 510 kabupaten/kota di 34 provinsi.
Sebelumnya, Sabtu (3/6/2021), tercatat total sebanyak 2.256.851 kasus positif virus corona. 1.915.147 pasien di antaranya sembuh, dan 60.027 lainnya meninggal dunia.
Berikut sebaran 27.233 kasus baru yang dilaporkan 31 provinsi (Kalimantan Utara, Gorontalo dan Maluku nihil), DKI Jakarta: 10.485, Jawa Barat: 4.458, Jawa Tengah: 2.955, DI Yogyakarta: 1.615, Jawa Timur: 1.468, Kalimantan Timur: 738, Banten: 621 kasus.
Kemudian, Riau: 463, Sumatera Barat: 435, Kepulauan Riau: 416, Bali: 355, Nusa Tenggara Timur: 340, Lampung: 281, Papua Barat: 276, Sumatera Selatan: 244, Kalimantan Tengah: 240, Kalimantan Selatan: 208 kasus.
Disusul, Bengkulu: 190, Kalimantan Barat: 190, Sulawesi Selatan: 176, Bangka Belitung: 170, Maluku Utara: 146, Sulawesi Tenggara: 138, Sumatera Utara: 132, Jambi: 131, Sulawesi Utara: 94, Aceh: 72, Papua: 67, Sulawesi Barat: 64, Sulawesi Tengah: 56, Nusa Tenggara Barat: 9 kasus.

Dengan terus jatuhnya korban akibat paparan Cocid-19 ini, masyarakat diminta berandil menekan penyebararanya dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Seperti memakai masker, selalu mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas dan interaksi.
Imbauan demikian tentunya bukan tanpa alasan. Pasalnya yang menjadi korban semakin banyak. Bahkan tak memandang status maupun usia. Ahli di bidang medis pun banyak yang jadi korban hingga meninggal dunia. (yb/ilust: ist)