JAKARTA, banuapost.co.id– Pecah lagi rekor! Jika se hari sebelumnya, Senin (12/7), tercatat 40.427 warga positif terpapar virus corona, kali ini sepanjang Selasa (13/7) didapat 47.899 orang dari hasil pemeriksaan 227.083 spesimen. Akibat tambahan ini pula, Covid-19 di Indonesia totalnya jadi 2.615.529 orang. 407.709 pasien di antaranya masih dalam perawatan.
Meski demikian, sebagaimana dilansir dari laman covid19.go.id, hari ini kesembuhan sebanyak 20.123 pasien. Sehingga totalnya sejak pandemi awal Maret tahun lalu jadi 2.139.601 orang.
Sementara di hari yang sama ini, dilaporkan yang meninggal dunia bertambah 864 pasien. Sehingga secara keseluruhan sudah mencapai 68.219 kasus. Sedang suspek atau diduga cikal bakal kasus baru Covid-19, pemerintah masih memantau terhadap 181.043 orang tersebar di 510 kabupaten/kota di 34 provinsi.
Sebelumnya, Senin (12/7), tercatat total 2.567.630 kasus positif virus corona. 2.119.478 pasien di antaranya sembuh, dan 67.355 lainnya meninggal dunia.
Berikut sebaran 47.899 kasus baru yang dilaporkan 34 provinsi: DKI Jakarta: 12.182, Jawa Barat: 7.192, Jawa Timur: 6.269, Banten: 4.016, Jawa Tengah: 3.270, DI Yogyakarta: 2.731, Kalimantan Timur: 1.498, Nusa Tenggara Timur: 1.128, Sumatera Utara: 811 kasus.
Kemuian, Sumatera Selatan: 778, Kalimantan Barat: 746, Bali: 723, Riau: 610, Kepulauan Riau: 539, Sulawesi Selatan: 533, Bangka Belitung: 516, Sumatera Barat: 488, Nusa Tenggara Barat: 372, Jambi: 352, Sulawesi Tengah: 328, Lampung: 325, Kalimantan Selatan: 307 kasus.
Disusul, Sulawesi Utara: 274, Papua Barat: 267, Kalimantan Tengah: 253, Maluku: 248, Papua: 209, Maluku Utara: 173, Kalimantan Utara: 169, Aceh: 162, Bengkulu: 154, Sulawesi Tenggara: 150, Sulawesi Barat: 72, Gorontalo: 54 kasus.

Dengan terus jatuhnya korban akibat paparan Covid-19, masyarakat diminta berandil menekan penyebararanya dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Seperti memakai masker, selalu mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas dan interaksi.
Imbauan demikian tentunya bukan tanpa alasan. Pasalnya yang menjadi korban semakin banyak. Bahkan tak memandang status maupun usia. Ahli di bidang medis pun banyak yang jadi korban, hingga meninggal dunia. (yb/ilust: ist)