JAKARTA, banuapost.co.id– Jumlah warga yang terpapar virus corona bertambah 49.071 orang yang diketahui dari pemeriksaan 274.246 spesimen sepanjang Jumat (23/7). Dengan tambahan itu pula, korban Covid-19 di Indonesia totalnya jadi 3.082.410 orang. 569.901 pasien di antaranya masih dalam perawatan.
Melansir data dari laman covid19.go.id, hari ini kesembuhan sebanyak 38.988 pasien, sekaligus rekor tertinggi sepanjang pandemi sejak awal Maret tahun lalu. Dengan tambahan itu, kesembuhan totalnya menjadi 2.431.911 orang.
Namun khabar dukanya, di hari yang sama ini dilaporkan kematian tercatat sebanyak 1.566 pasien, sekaligus rekor tertinggi. Dengan tambahan angka kematian itu, secara keseluruhan jadi 80.598 kasus.
Sementara untuk suspek atau diduga terkait Covid-19 yang menjadi cikal bakal bertambahnya kasus positif baru, pemerintah masih memantau terhadap 267.866 orang tersebar di 510 kabupaten/kota di 34 provinsi.
Sebelumnya, Kamis (22/7), tercatat total 3.003.339 kasus positif virus corona. 2.392.923 pasien di antaranya sembuh, dan 79.032 lainnya meninggal dunia.
Berikut sebaran 49.071 kasus baru yang dilaporkan 34 provinsi: Jawa Barat: 8.925, DKI Jakarta: 8.033, Jawa Timur: 6.912, Jawa Tengah: 4.498, Banten: 2.626, Sumatera Utara: 1.521, Kalimantan Timur: 1.505, DI Yogyakarta: 1.431, Bali: 1.407, Sulawesi Selatan: 1.286, Riau: 1.008 kasus.
Kemudian: Kepulauan Riau: 912, Kalimantan Selatan: 876, Sumatera Selatan: 841, Nusa Tenggara Timur: 807, Sumatera Barat: 753, Bangka Belitung: 639, Sulawesi Tengah: 497, Jambi: 465, Kalimantan Utara: 460, Lampung: 445, Bengkulu: 444 kasus.
Disusul: Kalimantan Barat: 422, Kalimantan Tengah: 348, Sulawesi Utara: 333, Papua: 325, Nusa Tenggara Barat: 295, Sulawesi Tenggara: 274, Papua Barat: 239, Maluku Utara: 181, Aceh: 145, Maluku: 121, Sulawesi Barat: 77, Gorontalo: 20 kasus.

Dengan terus jatuhnya korban akibat paparan Covid-19, masyarakat diminta berandil menekan penyebararanya dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Seperti memakai masker, selalu mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas dan interaksi.
Imbauan demikian tentunya bukan tanpa alasan. Pasalnya yang menjadi korban semakin banyak. Bahkan tak memandang status maupun usia. Ahli di bidang medis pun banyak yang jadi korban, hingga meninggal dunia. (yb/ilust: ist)