JAKARTA, banuapost.co.id– Jumlah warga yang terinfeksi virus corona terus bertambah. Sepanjang Selasa (20/7) tercatat 38.325 orang yang diketahui dari hasil pemeriksaan 179.275 spesimen. Dengan tambahan itu, Covid-19 di Indonesia totalnya jadi 2.950.058 kasus. 550.192 pasien masih dalam perawatan.
Melansir dari laman covid19.go.id, hari ini kesembuhan sebanyak 29.791 pasien. Sehingga totalnya sejak pandemi awal Maret tahun lalu jadi 2.323.666 orang.
Namun khabar kurang menggembirakannya, di hari yang sama ini kematian dilaporkan sebanyak 1.280 pasien. Sehingga secara keseluruhan kumulasinya jadi 76.200 kasus.
Sementara untuk suspek atau diduga terkait Covid-19, sekaligus cikal bakal bertambahnya kasus, pemerintah masih memantau terhadap 267.333 orang tersebar di 510 kabupaten/kota di 34 provinsi.
Sebelumnya, Senin (19/7), tercatat total 2.911.773 kasus positif virus corona. 2.293.875 pasien di antaranya sembuh, dan 74.920 lainnya meninggal dunia.
Berikut sebaran 38.325 kasus baru yang dilaporkan 34 provinsi: Jawa Barat: 6.928, DKI Jakarta: 6.213, Jawa Timur: 5.654, Jawa Tengah: 3.423, Banten: 2.865, DI Yogyakarta: 1.872, Kalimantan Timur: 1.178, Sumatera Utara: 903 kasus.
Kemudian, Bali: 880, Riau: 843, Nusa Tenggara Timur: 731, Kepulauan Riau: 710, Sumatera Selatan: 596, Sumatera Barat: 524, Kalimantan Selatan: 495, Sulawesi Selatan: 491, Lampung: 419, Kalimantan Barat: 403, Kalimantan Tengah: 348, Nusa Tenggara Barat: 337 kasus.
Disusul, Papua Barat: 325, Sulawesi Utara: 309, Kalimantan Utara: 286, Bangka Belitung: 283, Papua: 260, Jambi: 222, Sulawesi Tengah: 215, Sulawesi Tenggara: 161, Sulawesi Barat: 132, Bengkulu: 101, Maluku Utara: 85, Maluku: 59, Aceh: 52, Gorontalo: 22 kasus.

Dengan terus jatuhnya korban akibat paparan Covid-19, masyarakat diminta berandil menekan penyebararanya dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Seperti memakai masker, selalu mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas dan interaksi.
Imbauan demikian tentunya bukan tanpa alasan. Pasalnya yang menjadi korban semakin banyak. Bahkan tak memandang status maupun usia. Ahli di bidang medis pun banyak yang jadi korban, hingga meninggal dunia. (yb/ilust: ist)