BANJARBARU, banuapost.co.id– Lagi-lagi 20 warga Kalsel meninggal dunia akibat terinfeksi virus corona sepanjang Rabu (28/7). Dengan demikian, totalnya sejak pandemi awal Maret tahun lalu jadi 1.257 orang.
Sementara di hari yang sama ini, tambahan kasus baru ngegas sebanyak 862 orang. Sehingga secara keseluruhan jadi 45.410 orang. 6.768 pasien di antaranya masih dalam perawatan.
Melansir data data Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTP2) Covid-19 Kalsel, hari ini ada penambahan sebanyak 273 pasien sembuh. Sehingga totalnya jadi 37.385 orang.
Sebaran ke-20 pasien meninggal dunia berasal dari Banjarbaru, Kotabaru dan Tanah Laut: masing-masing 5, Hulu Sungai Utara (HSU): 2, Kabupaten Banjar, Tabalong dan Hulu Sungai Selatan (HSS): masing-masing 1 orang.
Sedang sebaran ke-862 kasus positif baru yang dilaporkan 13 kabupaten/kota: Banjarmasin: 155, Tanah Laut: 147, Banjarbaru: 116, Tanah Bumbu: 91, Barito Kuala 83, Kabupaten Banjar: 68, HSU: 38, Balangan: 35, HSS: 33, Tapin: 26, Tabalong: 25, Hulu Sungai Tengah (HST): 24, Kotabaru: 21 orang.
Sementara sebaran ke-273 pasien sembuh (Banjarmasin, Banjarbaru, Tapin dan Balangan nihil): Tanah Laut: 174, Barito Kuala: 33, HSS: 18, HST: 16, Balangan: 11, HSU: 8, Kabupaten Banjar dan Tabalong: masing-masing 5, Kotabaru: 3 orang.
Dengan data tersebut, persentase kesembuhan akibat Covid-19 di Kalsel mencapai 82,33 persen, dirawat 14,90 persen dan meninggal 2,77 persen.

Seiring dengan bertambahnya korban akibat terpapar virus corona di Bumi Lambung Mangkurat ini, warga diimbau untuk selalu mematuhi dan memberlakukan protokol kesehatan (prokes) dimanapun dan kapanpun.
Imbauan untuk memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, rajin mencuci tangan dengan air mengalir, tentu bukan tanpa alasan. Pasalnya virus menyerang tanpa memandang status maupun usia. Bahkan ahli dibidang medis pun turut menjadi korban, hingga meninggal dunia.(oie/ilust: ist)