JAKARTA, banuapost.co.id– Setidaknya ada tambahan 26.415 warga terinfeksi virus corona yang diketahui dari hasil pemeriksaan 166.764 spesimen. Akibat tambahan kasus baru tersebut, per Ahad (8/8) totalnya menjadi 3.666.031 orang. 474.233 pasien di antaranya masih dirawat.
Dilansir dari laman cobid19.go.id, hariini kesembuhan tercatat sebanyak 48.508 pasien.Sehingga totalnya sejak pandemi awal Maret tahun lalu jadi 3.084.702 orang.
Namun khabar tidak menggembirakannya, di hariyang sama ini dilaporkan ada 1.498 pasien meninggal dunia. Sehingga secara keseluruhan jadi 107.096 kasus.
Sementara suspek atau cikal bakal kasus baru, pemerintah masih memantau terhadap 238.649 orang tersebar di 510 kabupaten/kota di 34 provinsi.
Sebelumnya, Sabtu (7/8), tercatat total 3.693.616 kasus positif virus corona. 3.036.194 pasien di antaranya sembuh, dan 105.598 lainnya meninggal dunia.
Berikut sebaran 26.415 kasus baru yang dilaporkan 33 provinsi (Kalimantan Barat nihil): Jawa Tengah: 4.693, Jawa Timur: 2.537, Jawa Barat: 2.248, DKI Jakarta: 1.649, Kalimantan Timur: 1.576, Sumatera Utara: 1.406, DI Yogyakarta: 1.194, Bali: 1.184, Riau: 1.154 kasus.
Kemudian: Sulawesi Tengah: 843, Kalimantan Selatan: 817, Sumatera Barat: 778, Sulawesi Selatan: 735, Nusa Tenggara Timur: 721, Sulawesi Utara: 510, Lampung: 497, Bangka Belitung: 476, Banten: 450, Sumatera Selatan: 394, Kalimantan Utara: 329 kasus.
Disusul: Kalimantan Tengah: 294, Aceh: 285, Kepulauan Riau: 281, Jambi: 261, Kepulauan Riau: 223, Nusa Tenggara Barat: 213, Maluku Utara: 132, Bengkulu: 107, Gorontalo: 104, Sulawesi Tenggara: 102, Papua: 94, Papua Barat: 68, Sulawesi Barat: 55, Maluku: 5 kasus.

Dengan terus jatuhnya korban akibat paparan Covid-19, masyarakat diminta berandil menekan penyebararanya dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Seperti memakai masker, selalu mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas dan interaksi.
Imbauan demikian tentunya bukan tanpa alasan. Pasalnya yang menjadi korban semakin banyak. Bahkan tak memandang status maupun usia. Ahli di bidang medis pun banyak yang jadi korban, hingga meninggal dunia. (yb/ilust: ist)