BARABAI, banuapost.co.id– Ilmu agama menjadi tiang dasar pendidikan akhlak seorang anak dalam kehidupan se hari-hari. Terlebih lagi di era globalisasi saat ini, anak-anak sibuk dengan bermain gadget dari pada belajar mengaji. Sehingga budaya agamis di lingkungan, kian hari kian memudar dan hilang.
Kondisi demikian menjadi perhatian anggota Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-112 Kodim 1002/Hulu Sungai Tengah (HST), sehingga ikut serta dalam mengajarkan anak-anak tentang ilmu agama, salah satunya memberi pelajaran mengaji.
Bertempat di rumah Amin, salah seorang warga Desa Rantau Keminting, Kecamatan Laban Amas Utara, anggota Satgas TMMD mengelar pelajaran mengaji untuk anak anak, Kamis (23/9) malam.
Mengaji dalam agama memang suatu kewajiban bagi orang tua. Selain faktor kewajiban, belajar mengaji juga memiliki manfaat yang luas untuk tumbuh kembang anak.
Secara kognitif pun, belajar mengaji mempengaruhi daya ingat serta pemahaman dan pemecahan masalah, serta berpengaruh pada kondisi moral anak tentang bagaimana cara bersikap, berperilaku dalam kehidupan sosial yang baik ke depannya.
Manfaat lainnya, anak mampu mengetahui hal-hal yang baik dan buruk sebagaimana terkandung dalam Al-Qur’an. Sehingga menjadi terbiasa untuk hanya mengucapkan perkataan yang baik saja.
Selain itu, anak mampu bersikap ramah, sopan santun kepada orang-orang di sekitarnya serta mengerti menjaga kebersihan diri. Karena dalam mengaji, diharuskan dalam keadaan suci dan bersih.
Menurut Dan SSK TMMD 112 Kodim HST, Kapten Inf Lilis Sutanto, memberikan pelajaran mengaji untuk anak-anak salah satu bentuk pembinaan generasi muda sejak dini yang bernilai positif dan menjadi amal jariyah.
“Tentunya dengan mengajarkan anak-anak mengaji di Desa lokasi sasaran TMMD, akan menjadi suatu wadah pembelajaran dalam menambah pengetahuan tentang ilmu agama,” jelas Kapten Lilis
Menurutnya, anak-anak merupakan calon pemimpin bangsa, sekaligus sebagai penentu generasi emas Indonesia. Sehingga harus dibekali dengan landasan pendidikan akhlak serta pendidikan spiritual yang kuat untuk menjawab berbagai tantangan bangsa ke depan.
“Anak-anak harus dibina dan dibekali dengan ilmu yang bermanfaat agar ke depannya dapat menjadi anak yang berguna bagi nusa dan bangsa serta agama,” tandasnya. (ril/foto: ist)