JAKARTA, banuapost.co.id– Jumlah kasus terpapar virus corona di Indonesia bertambah 633 yang didapat dari hasil pemeriksaan 218.399 spesimen sepanjang Kamis (21/10). Dengan tambahan itu, total korban Covid-19 jadi 4.237.834 orang. 15.594 pasien masih dirawat.
Di hari yang sama ini, kesembuhan tercatat sebanyak 1.372 pasien. Sehingga totalnya sejak pandemi awal Maret tahun lalu menjadi 4.079.120 orang.
Sementara yang meninggal dunia, sebagaimana dilansir dari laman covid19.go.id, dilaporkan ada 43 orang, hingga kumulasinya jadi 143.120 kasus. Sedang suspek, pemerintah masih memantau terhadap 4.336 orang di 510 kabupaten/kota di 34 provinsi.
Sebelumnya, Rabu (20/10), tercatat total 4.237.201 kasus positif virus corona. Sembuh sebanyak 4.077.748 orang dan meninggal dunia 143.077 kasus.
Berikut sebaran 633 kasus baru yang dilaporkan 33 provinsi (Bengkulu nihil), DKI Jakarta: 89, Jawa Tengah: 88, Kalimantan Barat: 74, Jawa Timur: 64, Jawa Barat: 42, Bali: 29, Kalimantan Utara: 28, Kalimantan Timur: 27 kasus.
Kemudian, Sulawesi Selatan: 21, Banten: 19, Kalimantan Tengah: 16, Riau: 14, Sumatera Utara: 13, DI Yogyakarta: 12, Nusa Tenggara Timur: 12,
Sulawesi Tengah: 12, Kalimantan Selatan: 10, Nusa Tenggara Barat: 8, Papua: 7 kasus.
Disusul, Sumatera Selatan: 6, Bangka Belitung: 6, Aceh: 5, Papua Barat: 5, Sumatera Barat: 4, Maluku Utara: 4, Lampung: 3, Kepulauan Riau: 3, Sulawesi Tenggara: 3, Maluku: 3, Jambi: 2, Sulawesi Utara: 2, Gorontalo: 1, Sulawesi Barat: 1 kasus.

Masih jatuhnya korban akibat terpapar virus corona, pemerintah mengimbau agar selalu menerapkan 3M dalam ke seharian. Yakni Menjaga jarak dan hindari kerumunan. Karena di antara kita bisa jadi ada yang terinfeksi Covid-19, namun merupakan orang yang tidak menunjukkan gejala
Mencuci tangan pakai sabun dengan rutin, terutama sesudah menyentuh permukaan benda dan sebelum menyentuh bagian mata, hidung dan mulut. Sabun dapat membunuh virus penyebab Covid-19.
Selain 3M, dukung juga upaya pemerintah untuk melakukan 3T (testing, tracing, treatment), serta siap divaksinasi.
Keikutsertaan dengan imbauan ini, setidaknya Anda berandil ikut menekan laju penyebaran virus mematikan tersebut. Ini mengingat korban yang terpapar, tak memandang status maupun usia. Termasuk tokoh agama dan ahli di bidang medis pun, sampai meninggal dunia. (yb/ilust: ist)