JAKARTA, banuapost.co.id– Warga yang terkonfirmasi positif terpapar virus corona di Indonesia nambah 719 orang yang diketahui dari hasil pemeriksaan 260.451 spsimen sepanjang Rabu (27/10). Akibat tambahan, totalnya jadi 4.241.809 kasus. 12.735 pasien di antaranya masih dirawat.
Sementara yang sembuh, sebagaimana dilansir dari laman covid19.go.id, hari ini tercatat ada 944 pasien. Sehingga secara keseluruhan sejak pandemi awal Maret tahun lalu jadi 4.085.775 orang.
Sedang yang meninggal dunia, dilaporkan ada 29 orang. Sehingga kumulasinya jadi 143.229 kasus. Untuk suspek, pemerintah masih memantau terhadap 7.584 orang di 510 kabupaten/kota di 34
Sebelumnya, Selasa (26/10), tercatat total 4.241.090 kasus positif virus corona, Sembuh sebanyak 4.084.831 orang dan meninggal 143.270 kasus.
Berikut sebaran 719 kasus baru, Jawa Tengah: 118, DKI Jakarta: 105, Jawa Timur: 90, Jawa Barat: 85, Sulawesi Selatan: 33, Banten: 29, DI Yogyakarta: 27, Nusa Tenggara Timur: 21, Kalimantan Barat: 21, Kalimantan Timur: 21, Riau: 17, Kalimantan Utara: 15, Bali: 14, Lampung: 13, Sumatera Utara: 12, Sulawesi Tengah: 12, Bangka Belitung: 11 kasus.
Kemudian, Sumatera Selatan: 9, Kalimantan Selatan: 9, Papua: 9, Gorontalo: 8, Kepulauan Riau: 6, Nusa Tenggara Barat: 6, Sulawesi Utara: 6, Aceh: 5, Sumatera Barat: 4, Maluku Utara: 4, Jambi: 2, Bengkulu: 2, Kalimantan Tengah: 2, Sulawesi Barat: 2, Papua Barat: 1 kasus.
Masih jatuhnya korban akibat terpapar virus corona, pemerintah mengimbau agar selalu menerapkan 3M dalam ke seharian. Yakni Menjaga jarak dan hindari kerumunan. Karena di antara kita bisa jadi ada yang terinfeksi Covid-19, namun merupakan orang yang tidak menunjukkan gejala.

Mencuci tangan pakai sabun dengan rutin, terutama sesudah menyentuh permukaan benda dan sebelum menyentuh bagian mata, hidung dan mulut. Sabun dapat membunuh virus penyebab Covid-19.
Selain 3M, dukung juga upaya pemerintah untuk melakukan 3T (testing, tracing, treatment), serta siap divaksinasi.
Keikutsertaan dengan imbauan ini, setidaknya Anda berandil ikut menekan laju penyebaran virus mematikan tersebut. Ini mengingat korban yang terpapar, tak memandang status maupun usia. Termasuk tokoh agama dan ahli di bidang medis pun, sampai meninggal dunia. (yb/ilust: ist)