JAKARTA, banuapost.co.id– Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mengapresiasi kebijakan rem dan gas yang dilakukan pemerintahan Jokowi dalam menangani pandemi Covid-19.
Pasalnya, di tengah perekonomian negara-negara di dunia terimbas dampak pandemi sejak awal Maret dua tahun lalu, Indonesia sebaliknya dapat bertahan. Bahkan awal 2022 ini, perekonomian Indonesia menunjukkan geliat pemulihan yang cukup positif. Meski secara bertahap dan belum merata di semua sektor.
“Di 2022 ini kita menjaga optimism, pemulihan ekonomi akan semakin on track seiring dengan berbagai sektor ekonomi yang semakin membaik. Pertumbuhan ekonomi diproyeksikan bisa kembali ke 5 persen,” ujar Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI, Mardani H Maming, saat memberikan sambutan dalam acara Indonesia Economic Outlook 2022, di Financial Hall CIMB Niaga, Selasa (25/1).
Mardani tak menampik sepanjang 2021 merupakan tahun yang penuh tantangan. Namun kenyataannya, ekonomi Indonesia berhasil pulih dan keluar dari resesi ekonomi, serta kembali mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang positif.
Meski demikian, Mardani mengingatkan masih ada beberapa tantangan yang perlu diwaspadai dan dihadapi, yaitu ketidakpastian pandemi Covid-19 dengan varian-varian baru yang terus bermunculan harus diwaspadai agar tidak merusak momentum kebangkitan ekonomi.
Kemudian, kebijakan-kebijakan di dunia, terutama tapering off dan kenaikan suku bunga acuan yang dilakukan Bank Sentral AS, The Fed yang bisa menyebabkan capital outflow dan bisa melemahkan nilai tukar rupiah.
“Selain itu, perkembangan harga komoditas dunia, disrupsi rantai pasok global, spill-over efek dari masalah utang raksasa, seperti Tiongkok dan Evergrande yang mencapai US$ 300 miliar akan lebih terasa tahun ini,” ucapnya mewanti.
Namun dari semua itu, lanjut Mardani, ada beberapa momentum yang menjadi peluang untuk semakin memantapkan pemulihan ekonomi. Selain indikator-indikator ekonomi dalam negeri yang membaik, juga beberapa event internasional akan digelar di Indonesia tahun ini.
“Pertama, MotoGP pada Maret 2022 di Mandalika, Presidensi G20 yang dilaksanakan pada awal Desember 2021 sampai dengan November 2022 dengan agenda 157 pertemuan. Keduanya merupakan event dunia yang dapat memberikan dampak positif bagi Indonesia,” tegasnya. (yb/foto: ist)