JAKARTA, banuapost.co.id– Ketua DPR RI Puan Maharani, minta program booster vaksin Covid-19 mulai 12 Januari ini diberikan secara gratis untuk masyarakat.
“DPR RI memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program booster vaksin Covid-19. Kami harapkan, diberikan tanpa ada pungutan bayaran. Bahkan pemerintah harus menjamin keselamatan masyarakat,” kata Puan, Selasa (4/1).
Meski begitu Puan menilai, pemerintah bisa menyiapkan opsi lain sesuai dengan kemampuan negara. Apabila dirasa perekonomian masih belum bisa menutupi program booster vaksin, pemerintah bisa membuat program booster berbayar bagi kalangan menengah ke atas.
“Tapi prinsip yang utama, vaksin booster harus gratis. Karena vaksin adalah kebutuhan dasar rakyat yang merupakan tanggung jawab negara,” tegasnya.
Program booster vaksin diprioritaskan menyasar kelompok lansia peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan dan non-PBI. Karena itu, DPR RI berharap pemerintah memperhatikan betul data peserta PBI BPJS Kesehatan, mengingat kelompok masyarakat ini paling sulit mendapatkan akses kesehatan.
“Pastikan seluruh rakyat kurang mampu masuk dalam daftar PBI BPJS Kesehatan, baik itu lansia atau golongan umum. Sehingga masyarakat dari kelompok tersebut betul-betul mendapat pelayanan kesehatan, tanpa perlu mengkhawatirkan biaya,” ucapnya.
Mantan Menko PMK ini menekankan pentingnya booster vaksin Covid-19, apalagi kasus Omicron sudah semakin banyak ditemukan. Sebagaimana penelitian yang dilakukan Universitas Kopenhagen, Statistik Denmark dan Statens Serum Institut (SSI) menyatakan, virus Omicron menyebar lebih cepat dari varian Delta. Karena memiliki kemampuan tinggi dalam menghindari kekebalan vaksin Covid-19.
Berdasarkan studi yang sama ditemukan, orang yang sudah menerima suntikan booster memiliki risiko lebih kecil untuk menularkan Covid-19 dibandingkan orang-orang yang tidak divaksinasi. Untuk itu, program booster vaksin dapat segera dilaksanakan.
Salah satu kriteria untuk bisa mendapatkan booster vaksin Corona, mereka yang telah mendapatkan 2 dosis vaksin dengan jangka waktu 6 bulan dari dosis kedua. Program booster nantinya akan menggunakan dua skema, yaitu homologous (dosis vaksin 1-3 menggunakan platform dan merek sama) dan heterologous (dosis ketiga berbeda dengan pemberian vaksin dosis 1 dan 2). (b2n/foto: ist)