PELAIHARI, banuapost.co.id– Desa Panjaratan, Kabupaten Tanah Laut, salah satu kawasan yang memiliki populasi bekantan cukup besar di Kalsel. Hal ini tentu menjadi perhatian seluruh pihak terkait untuk bersama-sama menjaga kelestarian hewan yang memiliki nama ilmiah: Nasalis larvatus agar terhindar dari kepunahan.
Hal ini disampaikan Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Dishut Kalsel, Supiani, usai mengikuti Review Rencana Aksi Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Kabupaten Tanah Laut (Tala) di Ruang Barakat Sekretariat Daerah (Setda) Tala, Kamis (14/4).
“Selama ini kita melihat potensi bekantan luar biasa. Dari sekian banyak tempat habitatnya yang di kunjungi, di Panjaratan ini cukup besar populasinya dan ini yang harus kita jaga, jangan sampai bekantan punah dan hilang dari peradaban,” katanya.
Oleh sebab itu, lanjut Supiani, melalui forum kolaborasi bersama-sama masyarakat untuk melindungi KEE dari kerusakan. Sehingga habitat bekantan yang ada di Panjaratan tetap terjaga.
Sementara, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Tala, Akhmad Hairin, yang juga Ketua Forum Kolaborasi KEE menyampaikan, potensi wisata Susur Sungai Bekantan Desa Panjaratan akan terus dikembangkan dengan kolaborasi berbagai pihak melalui Forum Kolaborasi KEE Kabupaten Tala agar ke depannya menjadi pemicu peningkatan ekonomi masyarakat.
“Dengan adanya KEE ini, kita ingin Desa Panjaratan sebagai kawasan wisata dengan habitat bekantan ini lebih dikenal lagi. Sehingga selain bisa meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar, juga dapat menjaga kelestarian satwa dilindungi, yaitu Bekantan,” katanya.
Begitupun dengan partisipasi masyarakat sekitar KEE, untuk andil dalam upaya pengembangan dan memajukan KEE tersebut.
“Kami mengharapkan partisipasi masyarakat pada KEE ini, khususnya dalam menjaga keamanan kawasan tersebut. Ini tentu menjadi perhatian agar para pengunjung merasa nyaman berwisata disana,” jelasnya. (ril/foto: zkl)