PELAIHARI, banuapost.co.id– Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Provinsi Kalimantan Selatan, Lilik Sujandi, Selasa (23/8), mengunjungi Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Pelaihari. Dalam kunjungan kali ini, lilik melakukan panen perdana sayuran tanaman warga binaan.
Kakanwil Kemenkumham Kalsel berkunjung ke Rutan Pelaihari bersama rombongan Kepala Unit Pelaksana Teknis (Ka UPT) se- Banjar Raya yang meliputi, Ka UPT Lembaga Pemasyarakatan Banjarmasin, Ka UPT Rutan Marabahan, Lapas Banjarbaru, LPKN Karang Intan Martapura, LPP Kelas IIA Martaputa, LPKA Kelas 1 Martapura.
Pada kesempatan itu Kakanwil Kemenkumham ikut menyiram tanaman sayur bersama warga binaan, kemudian dilanjutkan dengan panen sawi didampingi Pelaksana Tugas Karutan Pelaihari, Ahmad Pijati, dan KUPT Se- Banjar Raya.
Lilik Sujandi usai panen perdana mengatakan, keberadaan blok asimilasi yang dijadikan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) sangat bermanfaat untuk membina warga binaan yang akan mengakhiri masa tahanannya.
Menurutnya, Sarana Asimilasi dan Edukasi ini sangat penting, karena bagian nyata dari pembinaan terhadap warga binaan yang akan mengakhiri masa kurungan dan kembali ke masyarakat.
“Sarana Asimilasi dan Edukasi ini dapat menjadi bekal warga binaan, sebelum kembali ke keluarga dan masyarakat,” katanya.
Sementara, warga binaan mengaku sangat terbantu dengan adanya SAE di Rutan Pelaihari, terutama untuk belajar tentang pertanian dan perkebunan.
“Alhamdulillah, kami diberi kesempatan belajar bercocok tanam, sebelum kembali ke keluarga dan masyarakat,” kata Hengky, warga binaan asal Desa Kampung Baru, Kecamatan Pelaihari.
Hasil panen sayur kebun asimilasi ini dijual ke pasar melalui Ahmadiansyah, seorang pengepul yang sebelumnya juga pernah menjadi warga binaan Rutan Pelaihari.
Warga Jorong ini mengambil sayuran, seperti sawi hijau, bayam dan kangkung di blok Asimilasi, kemudian dijual sampai pelosok pedesaan di Tala atau dijual partai di Pasar Gembira, kegiatan ini sudah berlangsung sekitar satu bulan.
“Saya mengambil sayur di Rutan Pelaihari dan dijual eceran ke desa-desa atau dijual partai, harga juga sesuai dengan harga pasar,” kata Ahmadiansyah. (ril/foto; ist)