JAKARTA, banuapost.co.id– Indonesia gagal jadi tuan rumah Piala Asia 2023. Pasalnya, Asosiasi Sepakbola Asia (AFC) hanya mempertimbangkan dua negara, yaitu Korea Selatan dan Qatar.
Tidak ada penjelasan mengapa Indonesia akhirnya tidak masuk ke dalam pencalonan tuan rumah. Salah satu dugaan, Tragedi Kanjuruhan yang telah menewaskan 132 korban jiwa menjadi salah satu penyebabnya,
Selain itu, ketidaksiapan stadion di Indonesia juga disebut sebagai salah satu penyebabnya. Pasalnya, masih banyak stadion di Indonesia yang belum memenuhi standar FIFA.
Sebelumnya, Indonesia disebut mencalonkan diri untuk menjadi ajang sepakbola antarnegara Asia terakbar tersebut. Kendati begitu, Datuk Windsor Paul John selaku Sekretaris Jenderal AFC mengonfirmasi, Indonesia tidak masuk pertimbangan, melainkan Korsel dan Qatar saja.
Sebagai informasi, penentuan tuan rumah Piala Asia 2023 akan dilakukan melalui voting. Rencananya, pekan depan AFC akan mengumumkan siapa yang terpilih untuk dipercaya menjadi tuan rumah.
“Kami belum menentukan. Keputusannya akan diambil dalam meeting Hari Senin (17/10) dan pada sore harinya akan ada pengumuman resmi negara mana yang akan terpilih menjadi tuan rumah,” ujar Datuk Windsor dilansir dari Media Malaysia, Arena Metro, Sabtu (15/10).
Selain itu, Datuk Windsor pun mengatakan, waktu diselenggarakannya Piala Asia 2023 akan menyesuaikan dengan kondisi cuaca negara yang terpilih. Hal tersebut diperlukan agar para pemain yang berkompetisi dapat menunjukan kemampuan terbaiknya.
Jika Korea terpilih, Piala Asia akan digelar Bulan Juli karena cuacanya cocok, tidak terlalu dingin atau tidak terlalu panas,” sambung Datuk Windsor.
Andai Qatar yang terpilih, lanjut Datuk Windsor, Piala Asia akan digelar Januari 2023 karena saat itu di sana tidak terlalu panas. (yb/ilust: ist)