BANJARMASIN, banuapost.co.id – Penanganan dan pencegahan stunting di Kota Banjarmasin semakin gencar dilakukan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPKBPM).
Terbaru, kolaborasi yang melibatkan ASN, TP PKK dan Baznas Kota Banjarmasin tercipta melalui program Mba “Foodzi” Acting dan “Ka Baimb Baacting” yang kali ini secara khusus disasar pada 2 titik lokus yakni Kelurahan Mawar dan Sungai Jingah, Sabtu (23/12).
Dimana Wakil Wali Kota Banjarmasin, Arifin Noor didampingi Wakil Ketua TP PKK, Hj Hardiyanti, Kepala DPPKBPM, M Helfiannor dan Ketua Baznas Kota Banjarmasin, H Riduan Masykur serta jajaran terkait berkesempatan mengunjungi langsung 2 lokus tersebut.
“Kita tadi ke Kelurahan Mawar, ke Kelurahan Sungai Jingah dalam rangka kepedulian ASN untuk stunting di Kota Banjarmasin,” ucap Arifin.
la mengungkapkan, dengan terkumpulnya dana sebesar Rp154 Juta dari hasil kolaborasi, maka program penurunan anak-anak stunting bisa dipercepat, khususnya di Kota Banjarmasin.
“Kita turunkan 14% dari target Nasional dan kita bisa dibawah target Nasional,” harapnya.
la juga menekankan dengan adanya kolaborasi tersebut sangatlah membantu, terlebih Pemko Banjarmasin terus menekan stunting lewat Mba “Foodzi” Acting dan “Ka Baimb Baacting”.
Sementara itu. M Helfiannor menjelaskan “Ka Baimb BaaCTING” adalah tagline Kota Banjarmasin sebagai pemberi semangat kepada jajaran agar upaya mencegah maupun menurunkan stunting di Kota Banjarmasin.
“Ka Baimb BaaCTING artinya Kayuh Baimbai yang masih mencegah dan turunkan stunting. Salah satu implementasinya adalah kegiatan hari ini,” terang Helfian.
“Kemudian hasil yang terkumpul itu dari donasi ASN, ada pendampingan Penggerak PKK, Kecamatan dan Kelurahan dari Baznas itu inti dari kolaborasi Kayuh Baimbai tadi,” tutupnya. (ril/foto: ist)