BATULICIN, banuapost.co.id – Peserta nonton bareng (Nobar) dan diskusi film banua, antusias mengikuti kegiatan, Jumat (15/12) siang. Kegiatan yang menyita perhatian insan kratif Kabupaten Tanah Bumbu ini baru pertama kali digelar di kabupaten bertagline Bersujud.
Kegiatan ini dilaksanakan Forum Sineas Banua (FSB) bekerjasama dengan Komunitas Pegiat Gambar serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersib) Tanah Bumbu.
Bertempat di studio mini Dispersib, sedikitnya 70 peserta larut dalam suasana film. Tidak sedikit peserta yang turut merespons riuh dengan berteriak histeris saat adegan film menegangkan. Pun juga saat adegan lucu, peserta tidak sungkan tertawa terbahak atau bertepuk tangan.
Sedikitnya lima judul film pendek karya sineas banua dan layar film banua ditayangkan dalam kegiatan ini. Sebagian besar film mengangkat tema kearifan lokal yang sangat familiar dengan masyarakat Kalsel. Kisah – kisah dalam film dirasa sangat dekat dengan keseharian peserta.
Antusias peserta yang didominasi remaja jua tak berkurarang saat diskusi film berlangsung. Diskusi menghadirkan sutradara salah satu film Anggoi Pradana Irfansya. Diskusi semakin hidup dan terasa hangat dipandu oleh konten kreator asal Tanah Bumbu Argu Sukriawan. Saking antusiasnya, sesi diskusi terus berlangsung dialogis meskipun wakru sesi telah terlampai.
Alden Ibrahim selaku Kabid Dispersip mengapresiasi kegiatan yang melibatkan insan perfilman ini. Menurutnya dalam transpormasi perpustakaan berinklusi sosial, pihaknya akan mendukung kegiatan serupa.
“Kami sangat membuka pintu seluas-luasnya untuk insan kreatif. Studio mini ini silahkan dipergunakan untuk berekspresi dan berkreatifitas. Bahkan kalo ada yang ingin bermusik kami akan fasilitasi hingga pembuatan album video, “ ujarAlden saat membuka kegiatan.
Pengurus Komunitas Pegiat Gambar, Muzakkir Munzir mengatakan kegiatan ini selain untuk hiburan juga dimaksudkan sebagai pemantik semangat kreativitas insan kreatif Tanah Bumbu. Kegiatan ini sengaja dihelat untuk memotivasi generasi muda untuk mengenal dan ambil bagian pada dunia film sinema.
“Kadang-kadang kita merasa besar, padahal kita seperti katak dalam tempurung karena tidak melihat kemajuan film di luar sana. Momentum ini harusnya jadi triger untuk kebangkitan anak muda di Tanah Bumbu,” tandas Bang Zak , sapaan akrabnya.
Menurut Bang Zak, sumber daya manusia yang dimiliki oleh kabupaten Tanah Bumbu cukup mempuni untuk memproduksi karya film selevel dengan yang telah diproduksi oleh sineas banua. Beberapa figur konten kreator di kabupaten ini bahkan telah memenangi sejumlah kompetisi tingkat nasional di bidang video dan sinematografi.
“Nah sekarang tingga pemantiknya, agar karya hasil kreatifitas yang kita produksi bisa seperti apa yang dihasilkan oleh kawan-kawan dari forum seineas. Saya optimis kita isa,” pungkas Bang Zak yang juga merupakan pehobi fotografi ini. (uza/foto:bzak)
Banuapost.co.id, Batulicin, Diskusi, Film Banua,