PELAIHARI, Banuapost.co.id- Pasang air laut merendam pemukiman yang berada di Desa Takisung, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Senin (08/12/2025). Tingginya air laut itu diiringi dengan angin kencang.
Kawasan yang terdampak berada di dekat obyek wisata Pantai Takisung dan sepanjang pesisir Takisung, Desa Pagatan Besar dan Desa Tabanio.
Pasangan air laut terjadi mulai sore hari dan mencapai puncaknya pada pukul 22.00 Wita, air yang merendam pemukiman itu cukup mengkhawatirkan warga, karena disertai angin kencang.
Kepala Desa Takisung, Hadransyah, mengatakan, pasang air laut yang mulai terjadi sejak sore hari itu disertai dengan angin kencang, dan mulai merendam pemukiman warga sekitar pukul 18.00 Wita.
“Sejak sore hari sampai malam angin masih berhembus kencang yang membuat ketinggian air bertambah akibat gelombang,” kata Hadransyah melalui sambungan telepon.
Menurut Kades Takisung, ada puluhan rumah yang terdampak di RT 11, 12, 13 dan 14 dengan ketinggian air sekitar 20 sentimeter.
Di obyek wisata Pantai Takisung air menutup seluruh permukaan lokasi wisata, bahkan air juga menggenangi jalan poros dan kawasan parkir.
Pasang air laut juga terjadi di dekat perbatasan Desa Takisung dengan Desa Pagatan Besar, air laut sudah naik ke jalan dan mengarah ke persawahan warga.
Kepala Desa Pagatan Besar, Hamberani, membenarkan saat ini air laut sudah melintasi badan jalan di dekat perbatasan Desa Takisung dan Desa Pagatan Besar.
“Air laut mengalir dengan deras menyeberang jalan menuju persawahan di kawasan RT1 Desa Pagatan Besar,” kata Hamberani melalui pesan whatsapp.
Pasang dalam air laut juga dialami warga Desa Pantai Harapan, Kecamatan Bumi Makmur. Menurut Kades Pantai Harapan, Sayuti, saat ini air sudah merendam jalan lingkungan dan pekarangan dengan ketinggian sekitar 80 sentimeter.
“Kalau ketinggian air sampai 1 meter, banyak rumah warga yang tergenang, termasuk kantor desa,” kata Kades Pantai Harapan.
Sementara, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tala, Aspi Setia Rahman, mengatakan, kawasan pesisir Tanah Laut saat ini rawan banjir rob (air laut pasang) mulai pesisir Kecamatan
“Sesuai dengan pemberitahuan yang dirilis Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kawasan pesisir Kalsel dipenghujung tahun 2025 waspada banjir rob,” kata Kalaksa BPBD Tala.
Berdasarkan rilis BMKG, pasang air laut akan mencapai puncaknya dua hari ke depan, diharapkan saat pasang terjadi angin tidak berhembus kencang, sehingga tidak membahayakan pemukiman yang berada dekat dengan pantai. (zkl/foto: ist)