PALANGKA
RAYA, banuapost.co.id– Jika Provinsi
Kalteng menjadi satu dari tiga alternatif calon ibukota negara, selayaknya
mulai diantisipasi para wartawan lokal dengan cara meningkatkan kemampuan
jurnalistik.
“Jika Kalteng terpilih sebagai
ibukota RI, media-media nasional sangat mungkin berpusat di sini. Bahkan
wartawan-wartawan asing, juga akan banyak menjalankan tugas di Kalteng,” kata
Ketua PWI Pusat, H Atal Sembiring Depari, di Palangka Raya, Sabtu (20/7).
Berbicara di pembukaan Konferensi
VIII PWI Kalteng yang digelar di Hotel Luwansa, Atal mengingatkan, penunjukan
suatu daerah menjadi ibukota negara turut membawa dampak dalam persaingan
kemampuan insan pers.
Jika tidak diantisipasi, bukan tidak
mungkin wartawan lokal yang tak berupaya meningkatkan kemampuan, akan tersisih
oleh hadirnya para wartawan nasional maupun asing ke daerah tersebut.
Menurut Atal yang hadir di Palangka
Raya didampingi Ketua Bidang Pembinaan Daerah, H Akhmad Munir, upaya
peningkatan kemampuan wartawan daerah dalam mengantisipasi rencana pemindahan
ibukota, meliputi kemampuan mengolah berita, pengambilan foto dan pembuatan
video.
“Ke depan, wartawan profesional itu
harus multitasking,” ujar mantan Pimpinan Redaksi Harian Umum Tabengan
tersebut.
Di kegiatan yang sama, gubernur diwakili
Asisten II Sekda Provinsi Kalteng, Drs H Nurul Edy, saat membuka kegiatan
secara khusus menyampaikan selamat menggelar konferensi kepada seluruh anggota
PWI Kalteng.
Nurul berharap, konferensi ini mampu
menghasilkan kesepakatan-kesepakatan penting demi perbaikan organisasi wartawan
di Bumi Tambun Bungai ini.
“Mudah-mudahan konferensi ini mampu
menghasilkan kepengurusan baru periode 2019-2024 yang solid, dinamis, dan mampu
menjalin hubungan kemitraan yang baik dengan seluruh pihak, termasuk dengan
pemerintah daerah,” ujar Nurul.
Diingatkannya, kiprah kepengurusan
PWI Kalteng periode 2014-2019 di bawah kepemimpinan H Sutransyah yang berakhir
di kegiatan ini, sudah cukup bagus dan prestisius. Hal ini perlu dipertahankan,
bahkan ditingkatkan oleh kepengurusan baru yang terbentuk nantinya.
“Pada Porwanas (Pekan Olahraga Wartawan
Nasional) di Bandung 2016, kontingen Kalteng berhasil menjadi pengumpul medali
terbanyak ketiga se-Indonesia. Mudah-mudahan di Porwanas selanjutnya (di Papua 2020)
kontingen Kalteng yang akan dipimpin H Agustiar Sabran, bisa mempertahankan
prestasi itu,” sebut Nurul.
Konferensi PWI Kalteng ini sendiri
diikuti 277 dari total 304 anggota yang memiliki hak suara pada pemilihan ketua
kepengurusan baru PWI 5 tahun ke depan.
Dari proses pendaftaran calon ketua,
dua kader yang dinyatakan memenuhi syarat telah mengajukan diri untuk bersaing
pada pemilihan secara langsung. Keduanya adalah HM Haris Sadikin dan H Khairil
Supriadi.
Selain penentuan kepengurusan PWI
Kalteng yang baru, konferensi juga akan membahas laporan pertanggungjawaban
(Lpj) kepengurusan terdahulu, penyusunan program kerja 2019-2024.
Kegiatan ini juga dirangkai dengan
Musyawarah Provinsi (Musprov) Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Kalteng
di tempat yang sama. (sar/foto:
ist)
