TANAH LAUT, banuapost.co.id–
Mobil dinas operasional Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Provinsi Kalsel,
hanyut terbawa arus sungai yang meluap di daerah Desa Pemangongan, Sabtu (20/7).
Meski demikian, tiga penumpang modil jenis jelajah, Toyota
Hilux DA 8670 PP, Gito (32), Erwin (35) dan Hamzah (30), selamat.
Tiga anggota KPH itu sedang melakukan pemantauan alat
berat yang melakukan pembukaan lahan di wilayah Gunung Garu Garu, Desa
Pemalongan, untuk penanaman pohon sengon.
Informasi yang diperoleh di Pusdalops BPBD Tanah Laut, saat
ini mobil yang terseret arus sudah ditemukan di Sungai Lok Raya, Kecamatan
Bajuin.
“Namun untuk evakuasinya terpaksa harus mengunakan alat
berat. Medan sangat sulit apabila dikerjakan secara manual,”.ujar salah seorang anggota KPH, Rani.
Sejak menerima informasi kejadian sekitar pukul 18:20
Wita, Kalak BPBD dan Kepala KPH Tanah
Laut, sudah ke lokasi kejadian bersama anggota dan beberapa orang dari KPH.
Bahkan pihak BPBD telah berkoordinasi dengan pihak
perusahaan sawit PT GMK yang berada di lokasi, agar membantu dengan cara
menurunkan alat berat dari perusahaan untuk mengeluarkan mobil dari dalam
sungai. (zkl/foto: ist)
.
