PELAIHARI, banuapost.co.id– Andy Rabinto (59), ditemukan
sudah tak bernyawa dengan posisi tertungging di mess PT Perkebunan Nusantara
XIII Pelaihari, Ahad (11/8).
Lelaki kelahiran Poso, Sulawesi Tengah 1960 itu,
tinggal seorang diri di mess, tempatnya bekerja. Sementara istrinya, sudah
meninggal dua tahun lalu. Sedang keluarga terdekatnya, tidak diketahui.
Berdasarkan data yang diperoleh dari pihak kamar
jenazah RSUD Hadji Boejasin, Rabinto tercatat beralamat di RT 10 RW 03 Desa
Harum Manis, Kecamatan Menthobi Raya, Kabupaten Lamandau, Kalteng.
Hendro, petugas kamar jenazah, menduga korban sudah
meninggal sekitar 4 hari sebelum ditemukan. Saat ditemukan, jasad dalam kondisi
tertungging. Diduga akibat kesakitan menahan serangan jantung.
“Posisi jasad saat ditemukan bertungging, kuat
dugaan sebelum menghembuskan nafas terakhir, almarhum menderita sakit jantung,”
ujar Hendro.
Sementara Kapolres Tanah Laut, AKBP Sentot Adi
Dharmawan, membenarkan pihaknya tengah menangani kasus penemuan jasad di mess
karyawan kawasan perkebuan sawit PT PN XIII Pelaihari itu.
“Jenasah saat ini sudah berada di RSUD Hadji
Boejasin untuk divisum,” kata kapolres, di sela-sela pembagian daging qurban di
Mapolres Tala, Minggu (11/8) siang.
Jemaat gereja
Untuk prosesi pemakaman, rencananya akan dilakukan
pihak Gereja Pantekosta. Karena almarhum pernah hadir dalam kebaktian di gereja
yang berada di kawasan Angsau itu.
Pasaribu, salah seorang jemaat Gereja Pantekosta,
mengaku pernah melihat almarhum beribadah di gereja. Namun tidak mengetahui apakah
almarhum memiliki keluarga atau anak di Pelaihari.
“Saya tidak mengerti, apakah mendiang punya anak
atau kerabat di sini. Tetapi sepengetahuan saya, istrinya sudah meninggal dua
tahun lalu,” ujar Pasaribu.
Jasad Andy Rabinto akan dimakamkan di pemakaman umum
di Desa Tirta Jaya, Kecamatan Bajuin. Jasad akan diangut menggunakan ambulan
Relawan Remaja Tanah Laut atau R2TL yang juga membantu petugas melakukan
evakuasi dari tempat kejadian. (zkl/foto: zul yunus)
