BANJARMASIN, banuapost.co.id–
Tiga anak muda asal Jawa Timur ini rela menyeberangi lautan demi mengais rejeki
hanya dengan keahlian memainkan musik angklung.
Setelah hampir semua provinsi di Pulau Jawa dijelajahi, ketiga
musisi jalanan ini nekat merantau ke
Pulau Kalimantan. Dari Pontianak, Kalimantan Barat, Palangka Raya, Kalteng, kini
mereka mencoba peruntungan di Kota Banjarmasin, Kalsel.
Ketika ditemui di perempatan Jl Merdeka, Rabu (21/8)
malam, ketiganya terlihat sedang asyik memainkan alat musik angklung disertai selo.
Sementara salah seorang di antara mereka, menyambangi para pengguna jalan yang berhenti di lampu merah dengan menggunakan kotak kosong.
Terlihat para pengendara selain menikmati suara alat musik
tradisional asal Jawa Barat tersebut, juga tidak jarang dengan ringan tangan
merogoh kocek ala kadarnya
Menurut pemain angklung, Ipul, tidak terasa keberadaan
mereka di Banjarmasin dan Banjarbaru sudah 2 pekan dengan ditampung oleh
seorang warga di sebuah yayasan di kawasan Sungai Andai, Banjarmasin Utara.
“Mungkin kami akan lama di Banjarmasin, karena rencananya
masih ada beberapa teman yang mau menyusul dari Surabaya.” katanya
Ipul mengaku Banjarmasin menjadi kota ketiga yg
disinggahinya di Kalimantan. Sebelum mengais rejeki di Pontianak dan Palangka Raya.
“Sebelum ke Banjarmasin, kami bertiga sudah sempat ke
Pontianak selama 3 minggu dan Palangka Raya selama 2 Minggu,” jelasnya.
Untuk ngamen dengan alat musik tradisional ini, timpal
sang pemain selo, Indra, mereka terlebih dahulu meminta ijin ke beberapa instansi
Pemko Banjarmasin, sepeti ke Dinas Sosial dan Pariwisata.
“Alhamdulillah, bahkan kami diijinkan main di siring kawasan
Jl Piere Tendean, salah satu kawasan wisata di pinggir Sungai Martapura,” ujar
Indra. (b2n/foto: beben)
