BANJARMASIN, banuapost.co.id–
Sosialisasi pemantauan siber yang
dilaksanakan Divisi Humas Polri di wilayah hukum Polda Kalsel, ditutup Irjen
Pol M Iqbal, Kamis (22/8). Sosialisasi sebelumnya dibuka Kapolda Kalsel, Irjen
Pol Yazid Fanani, Rabu (21/8).
Pada awal sambutannya, Kadiv Humas Polri, Irjen Pol M
Iqbal, mengaku kalau Kapolda Kalsel, Irjen Pol Yazid Fanani, selain sebagai
senior dan idola, juga guru.
“Bapak Irjen Yazid Fanani selain merupakan komandan
pleton pada saat menempuh pendidikan dahulu, Kalsel juga merupakan sebuah
nostalgia karena pernah bertugas di awal waktu pengabdian di kepolisian,
khususnya di Polresta Banjarmasin,” jelas Irjen Iqbal.
Khusus untuk sosialisasi, menurutnya, mengingat era
globalisasi sudah datang. Akibatnya, dunia
menjadi serba mudah, perkembangan teknologi informasi berjalan seiring dengan
era demokrasi, dimana panglimanya adalah rakyat, hingga seluruh kebijakan pun
harus mendapat restu dari masyarakakat.
Karena itu, lanjut mantan Kasatlantas Pollresta
Banjarmasin itu, kapolri mengeluarkan
program promoter. Kata-kata professional tidak pernah ada titiknya, dimana
menuntut polri harus terus belajar dan menyesuaikan diri.
“Bahkan pimpinan polri menempatkan kebijakan manajemen
media sebagai unggulan. Sebuah strategi tentang bagaimana dapat mengamplifikasi
berita positif dan menekan berita negatif,” tandasnya.
Dengan kondisi demikian, sambung Irjen Iqbal, fungsi
humas pun menjadi fungsi utama. Bukan
lagi pendukung, terutama dalam memanage media, khususnya media sosial yang
tanpa adanya filter alias langsung tayang.
Pada narasi yang lain, Kadiv Humas Polri menjelaskan, saat
ini pelaku negatif di media sosial sengaja memanfaatkan momentum untuk
melakukan provokasi. Sehingga sebuah konflik bisa terjadi, seperti di Papua dan
Papua Barat.
Dalam acara ini selain hadir Kapolda Kalsel, Kepala Biro
Multimedia Brigjen Pol Drs H Budi Setiawan, seluruh pejabat utama Polda kalsel
dan peserta 4 anggota pengemban fungsi
humas Polres di wilayah Polda Kalsel. (yb/foto:
ist)
