BANJARBARU, banuapost.co.id–
Helikopter water bombing yang dikerahkan Satgas Karhutla BPBD Kalsel untuk
memadamkan titik api, mendarat darurat di wilayah Cempaka, Banjarbaru, Kamis
(12/9) sore.
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Wahyuddin, sebelum
mendarat darurat heli sempat terbang tidak stabil. Pilot kemudian memutuskan
membuang air dalam bucket yang baru diangkutnya untuk memadamkan titik api.
Kemudian, bucketnya yang dilepaskan.
“Setelah itu helinya mendarat darurat. Karena kalau
dilanjutkan mendarat di bandara, terlalu beresiko,” kata Ujud, sapaan akrabnya.
Penyebab tidak stabilnya heli itu saat terbang usai
mengambil air untuk memadamkan titik api, Ujud mengaku belum mendapat laporan
detilnya.
Namun, menurut Ujud, heli perlu diperbaiki sebelum
kembali diterbangkan. Karena hari sudah sore menjelang malam, maka perbaikan
rencananya dilakukan esok hari. (emy/foto:
ist)
