MUARA TEWEH, banuapost.co.id–
Kabut asap akibat karhutla di beberapa daerah di Kalimantan, termasuk di
Kabupaten Barito Utara, memaksa Dinas Pendidikan
setempat meliburkan aktivitas belajar dan mengajar.
Meski demikian, diliburkannya sementara kegiatan menimba
ilmu itu, sebagaimana surat edaran yang ditujukan ke Kepala Sekolah hanya
berlaku untuk PAUD/TK dan SD serta SLTP se Barut.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara, Syahmiludin A
Surapati, yang diminta konfirmasinya, Jumat (13/9), tak menampik adanya
kebijakan tersebut.
Menurutnya melalui pesan WhatsApp (WA), kebijakan karena kondisi darurat kabut asap yang
sampai ke wilayah Kabupaten Barut, dinilai sudah membahayakan bagi kesehatan.
Selain itu, kebijakan juga untuk menjawab banyaknya
pertanyaan dan keluhan dari pihak sekolah, masyarakat luas, orangtua, wali
siswa dan siswi.
“Untuk itu kami sampaikan, sekolah PAUD/TK dan SD serta
SLTP, diliburkan sejak hari ini, Jumat 13 September dan Sabtu, 14 September
2019,” tulis Plt Kadisdik.
Namun demikian, tulis Plt Kadisdik, selama diliburkan, kepala
sekolah serta guru memberikan tugas tambahan agar tetap belajar di rumah
masing-masing, di bawah bimbingan dan
pengawasan orang tua.
“Sementara kegiatan yang berada di ruang terbuka (ekstra
kurikuler), untuk ditiadakan. Bila terpaksa, para peserta didik agar menggunakan
masker,” tulisnya. (arh/foto: ist)
