BANJARMASIN, banuapost.co.id–
Kontribusi sektor perkebunan kelapa sawit menyumbang devisa nomor 2 setelah
sektor pertambangan, diyakini ikut meningkatkan kesejahteraan petani pekebun di
Kalsel.
Keyakinan itu, menurut Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor,
mengingat jumlah perusahaan kelapa sawit sebanyak 97 perusahaan.
Sementara jumlah CPO sebanyak 39 PKS, dengan penyerapan
tenaga kerja sebanyak 59.435 orang tersebut dapat ikut meningkatkan
kesejahteraan petani pekebun di Kalsel.
“Dengan jumlah perusahaan dan tenaga kerja yang
banyak tersebut, saya yakin sektor kelapa sawit selama ini ikut meningkatkan
kesejahteraan masyarakat Kalsel,” tandas gubernur.
Gubernur mengungkapkan itu dalam pelantikan Pengurus Gabungan
Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Kalsel 2019 – 2024, Rabu (2/10)
Namun demikian, lanjut Paman Birin, sapaan akrabnya, dari
97 perusahaan kelapa sawit itu, baru 50 perusahaan yang bergabung dalam wadah GAPKI.
Berkaitan dengan karhutla, gubernur minta GAPKI ikut memberikan
penjelasan kepada masyarakat, bagaimana bersama-sama mencegah dan menaggulanginya.
Sementara Ketua Umum GAPKI, Joko Supriyono, yang melantik
langsung pengurus GAPKI Kalsel, menjelaskan, isu karhutla yang menyinggung
perkebunan sawit menjadi pacuan kepada anggota GAPKI.
Tidak cukup hanya memiliki kebijakan zero burning policy.
Namun juga perlu mengajak masyarakat bekerjasana mencegah dan menanggulangi
karhutla, baik di lokasi perusahaan sawit maupun sekitarnya. (dev/yus/foto: ist)
