MUARA TEWEH, banuapost.co.id–
Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIK-PK) Puskesmas se Barito
Utara, dievaluasi Dinkes setempat di Aula Kecamatan, Rabu (23/10).
Kegiatan dihadiri Wakil Bupati Sugianto Panala Putra,
Dinas Kesehatan Kalteng, kepala perangkat daerah, mewakili Ketua TP PKK Barut
dan Kepala UPT Puskesmas.
Bupati Barut dalam sambutan yang dibacakan Sugianto
Panala Putra mengatakan, program pembangunan kesehatan di indonesia mengacu
pada Sistem Kesehatan Nasional (SKN).
Pelaksanmn SKN, dituangkan pada rencana pembangunan
jangka panjang bidang kesehatan 2005-2025 yang sinergis dengan sembilan agenda
perubahan (Nawacita) Kabinet Keria 2015-2019, khususnya dalam bidang kesehatan.
“Program pembangunan kesehatan Indonesia mengacu pada
tiga pllar, yaitu mengedepankan paradigma sehat, penguatan pelayanan kesehatan
dan pemenuhan universal health coverage melalui jaminan kesehatan nasional,” jelas
wabup.
Pelaksanaan tiga pilar program indonesia sehat tersebut,
lanjut Sugianto Panala, mempunyai target sasaran seluruh usia (total coverage),
mengikuti siklus kehidupan (life cycle). Sehingga integrasi pelaksanaan
pelayanan kesehatan dapat dilakukan lebih efektif iika melalui pendekatan
keluarga.
Sementara Plt Kadis Kesehatan Barut, H Siswandoyo
mengatakan, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 80 orang.
Mereka bwerasal dari 16 puskesmas, yakni masing-masing
satu orang Kepala Puskesmas, 2 orang pemegang PIS-PK dan 2 orang petugas
Puskesmas Pembantu.
“Sedang untuk biaya pelaksanaan kegiatan dibebankan pada
DAK dan Non Fisik Dinkes Kabupaten Barito Utara 2019,” jelas Siswandoyo.(arh/foto: ist)
