BANJARMASIN, banuapost.co.id– Di tengah langka dan mahalnya masker, Pemko Banjarmasin membuat terobosan. TP PKK diberi tugas memproduksi penutup hidung dan mulut di Rumah Sasirangan Kreatif, dalam upaya memenuhi salah satu alat kesehatan menghadapi penyebaran Covid-19.
Proses pembuatan masker berbahan kain ini, ditinjau langsung Ketua TP PPK Kota Banjarmasin, Hj Siti Wasilah, bersama Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja, selaku perwakilan Pemerintah Kota Banjarmasin, Rabu (1/4).
“Pemerintah Kota Banjarmasin saat ini sudah mengalihkan beberapa anggaran untuk upaya pencegahan virus korona ini,” ujar pendamping hidup Wali Kota Banjarmasin, H Ibnu Sina itu.
Seiring dengan terobosan itulah, lanjut Hj Siti Wasilah, pemko mengajak gerakan memakai masker kepada masyarakat Banjarmasin. Gerakan ini agar bisa mengurangi lajunya penyebaran virus asal Provinsi Wuhan, Tiongkok, yang mematikan tersebut.
“Gerakkan menggunakan masker, sebagai antisipasi penyebaran Covid-19. Ini mengingat sebagian masyarakat tidak bisa terus-terusan di rumah, karena pekerjaan,” imbuhnya.
Sementara di sisi lain, lanjut Hj Siti Wasila, masih ada yang kurang memiliki kesadaran akan bahayanya virus yang sudah menelan puluhan ribu jiwa di dunia itu.
Karena kondisi langka dan mahalnya masker ini, Hj Siti Wasilah mengajak elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembuatan dan pembagian masker secara gratis kepada warga yang membutuhkan.
“Terutama tentunya yang memiliki keterbatasan dari segi ekonomi. Singga tidak ada alasan lagi tidak memakai masker, sesuai dengan imbauan yang dikeluarkan Pemerintah Kota Banjarmasin, mengenai upaya pencegahan penyebaran Covid-19,” tandasnya.
Mendukung gerakkan gunakan masker ini, TP PKK bersama Pemerintah Kota Banjarmasin telah menyiapkan 10 ribu masker kain yang siap dibagikan kepada masyarakat, khususnya di Kota Banjarmasin.
“Kami menargetkan 10 ribu lembar masker yang akan diproduksi pengrajin di bawah binaan TP PKK Kota Banjarmasin dalam kurun waktu seminggu,” ungkap Hj Siti Wasilah.
Rencananya untuk sementara ini, 1 kepala keluarga mendapat 2 masker. Mengingat produksi masker masih memperhitungkan keluarga tidak mampu di kota Banjarmasin.
“Di Kota Banjarmasin ini ada sekitar 40.000 kepala keluarga tidak mampu,” kata Hj Siti Wasilah. (ham/foto: hamdiah)