MUARA TEWEH, banuapost.co.id– Meski ada daerah yang terdampak banjir sehingga produksi padinya terganggu, Barito Utara masih memiliki sentra lain.
“Paling tidak ada empat sentra produksi pertanian yang tersebar di beberapa kecamatan,” jelas Kepala Dinas Pertanian Barito Utara, Setia Budi, Rabu (15/4).
Empat sentra produksi itu, lanjut Setia Budi, Kecamatan Montallat, Gunung Timang, Teweh Timur dan Kecamatan Teweh Tengah.
“Di empat sentra ini, masih banyak yang tidak terdampak banjir. Bahkan usia tanaman padinya rata-rata sudah memasuki masa panen,” katanya.
Dengan kondisi siap panen, sambung Setia Budi, diprediksi akan ada peningkatan produktivitas. JIka semula hasil ubinan di 2019 hanya mencapai 1,8 sampai 2,2 ton per hektare.
“Untuk produksi per hektarenya pada ladang ini bisa mencapai 3,2 ton. Hal tersebut kemungkinan berkaitan dengan cuaca,” ucapnya.
Prediksi Dinas Pertanian untuk bahan pangan atau bahan pokok padi untuk Barito Utara, relatif aman. Terutama di pedesaan di sentra-sentra produksi, paling tidak untuk enam bulan ke depan, meski mungkin masih mendapat suplai dari luar. (arh/foto: ist)