PALANGKA RAYA, banuapost.co.id– Sumpah serapah, entah bangsat, dasar kurang ajar, mudahan mampus lah, bisa jadi ada yang terucap dari warga dengan kelakuan ABG dan pemuda di Kota Palangka Raya, Senin (20/4) petang.
Bagaimana tidak. Selain status daerahnya zona merah tanggap darurat penyebaran Covid-19, pasien yang positif terinfeksi virus mahkota pun, lebih banyak dirujuk ke RSUD di Ibu Kota Provinsi Kalteng itu.
Justru sebaliknya, kelompok gaya sugih ini tidak perduli dengan segala kondisi dan situasi. Apalagi imbauan yang seperti sudah berbusa mulut mengingatkannya. Tidak bergerombol, berdiam diri di rumah dan pakai masker.
Terusik dengan kelakukan yang membahayakan diri sendiri, orang lain dan kenyamanan pemakai jalan lainnya di kawasan Bandara Tjilik Riwut tersebut, otoritasnya kemudian melapor ke Ditsamapta Polda Kalteng.
Meski sempat kocar kacir berusaha kabur, ABG dan pemuda yang terlibat balap liar, akhirnya satu per satu dapat diamankan. Termasuk sebagian penikmatnya yang ikut menyaksikan di pinggir jalan. Jumlahnya pun jadi 31 orang dengan ranmornya 18 unit.
Wadirsamapta Polda Kalteng, AKBP Timbul R Siregar, yang diminta konfirmasinya, Senin (20/4) malam, membenarkan soal laporan balap liar itu diterima dari otoritas Bandara Tjilik Riwut.
“Pihak otoritas merasa terganggu dengan aksi balap liar di Jl Adoni Samad, akses menuju ke salah satu pintu kedatangan ke wilayah Kalteng,” jelas AKBP Timbul yang juga sebagai Kasub Satgas 2 Pencegahan Covid-19 Kalteng itu.
Untuk mempertanggungjawabkan kelakuannya itu, pembalap liar dan penonton yang ikut terjaring digelandang ke Mapolda Kalteng. Sementara 18 unit sepeda motornya, dikandangkan. (yb/din/foto: ist)