BANJARMASIN, banuapost.co.id– Di era pertengahan 90-an. tepatnya 1994 hingga 2000-an, sosok wanita ini bukanlah seleberiti hingga bisa jadi ‘bintang’ ikon layar kaca televisi swasta pertama di Indonesia, RCTI.
Hampir setiap menit kala itu, visualnya ditampilkan dengan memperagakan jempol tanda ‘Okenya’ di antara tumpukan sayur mayur dengan latar belakang aktivitas Pasar Terapung Kuin, Banjarmasin Utara.
Acil yang belakangan diketahui bernama Nor Parida binti Haji Hadar, atau yang lebih dikenal dengan Acil RCTI Oke, terlahir 66 tahun lalu kembali ke pangkuan Sang Pemilik Kehidupan, Kamis (25/6) pukul 09:00 Wita, di rumahnya sederhana di Alalak Selatan, Banjarmasin Utara, akibat sakit yang diderita.
Banyak kenangan yang saya alami dan rasakan saat mengenal Acil RCTI Oke ini. Ia merupakan sosok wanita tangguh dan ulet serta supel dalam kesehariannya.
Bekerja apapun selalu dilakoni dengan ikhlas. Dari berjualan kue keliling, sampai membuka warung makan kecil-kecilan di depan rumahnya. Dalam diri almarhumah seperti tak ada kata menyerah, selama diberikan kesehatan olehNya.
Almarhumah pernah bercerita tentang terpilihnya jadi ‘bintang’ untuk memerankan seorang pedagang sayur mayur di kawasan Pasar Terapung Kuin Utara. Padahal, masih banyak wanita lain yang lebih muda dan cantik dibanding dirinya yang ketika itu sudah berusia sekitar 40 tahunan.
“Begitu orang yang membuat film tersebut melihat aku saat hendak berbelanja ke Pasar Terapung, orang itu meminta aku untuk menjadi model iklan. Aku sempat menolak, tapi ia tetap meminta untuk menjadi modelnya,” ujar Nor Parida.
“Aku kada menyangka, sekalinya gambar aku yang diambil di Pasar Terapung itu muncul di RCTI setiap saat. Sehingga banyak orang yang mengenal aku saat itu,” imbuhnya waktu itu.
Berkat menjadi ‘bintang’ dadakan itulah, untuk pertama kalinya Acil RCTI Oke menginjakkan kakinya ke Jakarta. Karena diundang menghadiri acara ulang tahun televisi swasta tersebut di salah satu cafe di kawasan Jakarta Selatan. Kebetulan saya dipercaya mendampingi dari Banjarmasin ketika itu.
“Ke Jakarta neh aku beniat bisa tadapat em> awan idolaku Rano Karno, dan ingin melaksanakan salat di Istiqlal”, ujar Nor Parida ketika itu.
Ada cerita menarik dan mengharukan di balik meriah dan gegap gempitanya acara. Saat saya datang bersama almarhumah, tak seorangpun yang mengenanya saat memasuki cafe. Padahal saat itu, sudah berdatangan para selebriti kenamaan ibukota. Bahkan panitia acara, menempatkan kami berdua di salah satu sudut. Dekat dengan toilet pula.
Saat memasuki acara pemberian penghargaan kepada pendukung program acara RCTI dimulai, satu per satu panitia memanggil pejabat serta selebritis yang hadir untuk menerima penghargaan.
Tibalah giliran Acil RCTI Oke di penghujung acara. Sebelum menerima penghargaan, slide atau tayangan singkat tentang kehidupan se hari-hari dan kearifan lokal Provinsi Kalsel yang saya buat ketika itu, diumumkan pihak panitia.
Ketika itu juga cahaya lampu di dalam cafe dimatikan total, agar mereka yang hadir fokus menyaksikan tayangan tentang sosok wanita tangguh asal Alalak Selatan, Banjarmasin Utara itu.
Usai menyaksikan tayangan singkat dan lampu kembali dinyalakan, tiba-tiba panitia memanggil nama Nor Parida, yang tak lain adalah Acil RCTI Oke. Spontan mereka yang berada di dalam cafe berdiri menyambut kehadiran Acil RCTI Oke dengan memberikan apluse panjang.
Saya yang hanya menyaksikan dari belakang, merinding. Sehingga sempat meneteskan air mata karena bangga dan haru dengan apluse untuk wanita sederhana, namun telah melekatkan budaya Banjar di tengah kehidupan modern orang-orang terkenal ibukota.
Usai acara seremonial penyerahan penghargaan. Acil RCTI Oke betul-betul bak selebritis. Hampir seluruh pejabat dan artis serta aktor bergiliran minta foto bareng. Termasuk sang idola, Rano ‘Si Doel’ Karno dan Pepeng (alm).
Sepulang dari acara dan keesokan harinya, saya mengabulkan niat Hajah Nor Parida untuk beribadah di masjid terbesar di Indonesia, Istiqlal, sebelum keesokan harinya kami kembali ke Banjarmasin. Selamat jalan Acil RCTI Oke, semoga segala amal dan ibadahmu diterima Allah SWT..aamiin..(b2n/foto: beben)