BANJARMASIN, banuapost.co.id– Masuk babak baru. Kasus bogem mentah salah satu anggota tim sukses (timses) cagub Kalsel, Denny Indrayana, naik ke tahap penyidikan.
Kepastian mulai berposesnya kasus pemukulan terhadap seorang warga di area Rumah Tuhan, Masjid Nurul Iman, Kelurahan Pemurus Baru, Banjarmasin Selatan, Rabu (31/3) lalu, dibenarkan Kasatreskrim Polresta Banjarmasin, Kompol Alfian Tri Permadi, yang diminta konfirmasinya, Senin (5/4) sore.
“Tadi sudah kami lakukan pemanggilan kepada terlapor. Karena sudah ada alat bukti yang mencukupi syarat, prosesnya pun naik ke tahap penyidikan,” jelas Kompol Alfian.
Pemeriksaan terhadap terlapor, lanjut kasat, dilakukan kurang lebih dua sampai tiga jam. Dari hasil pemeriksaan tersebut, nantinya penyidik merencanakan rekonstruksi di tempat kejadian perkara (TKP).
“Untuk pasalnya yang dikenakan kepada terlapor, yakni 335 KUHP dan atau 351 ayat 1,” imbuh Kompol Alfian.
Seperti diberitakan, Jurkani, salah satu anggota tim pemenangan cagub Kalsel nomor urut 02, H Denny Indrayana-H Difriadi (H2D), diduga terlibat penganiayaan terhadap Salman alias Aman (62), warga Jl Prona I RT 11, Kelurahan Pemurus Baru, Kecamatan Banjarmasin Selatan.
Warga sekitar Masjid Nurul Iman itu, dihadiahi bogem mentah alias tamparan tepat bersarang di bagian wajah, hingga bibirnya luka, Rabu (31/3) pagi.
Menurut korban, usai Salat Subuh datang ke masjid karena penasaran banyak orang, sekaligus ingin mendengar ceramah. Ternyata di masjid, ada Denny Indrayana bersama timnya.
“Lagi asyik dengar ceramah ada kaki yang menyenggol pantat saya. Kebetulan saya duduk di belakang Jurkani. Lalu saya dibawanya keluar,” jelas korban.
Saat diluar, Jurkani lantas menarik paksa masker hingga terlepas, dan menanyakan maksud kedatangan korban ke masjid tersebut.
“Saya disebutnya penyusup, padahal saya ini warga sini. Lalu dia memukul saya di bagian wajah,” ujar korban. (yai/foto: ist)