JAKARTA, banuapost.co.id– Penambahan korban akibat positif terinfeksi virus corona rekor lagi. Tercatat 24.836 warga yang diketahui dari hasil pemeriksaan 155.191 spesimen sepanjang Kamis (1/7). Rekor juga terjadi pada angka kematian sebanyak 504 pasien.
Dengan tambahan positif baru itu, Covid-19 di Indonesia totalnya jadi 2.203.108 kasus, 253.826. pasien di antaranya masih dirawat. Sementara kematian akibat terpapar virus corona, kumulasinya sejak pandemi awal Maret tahun lalu tercatat 58.995 kasus.
Dilansir dari laman covid19.go.id, kesembuhan bertambah 9.874 pasien. Sehingga totanya menjadi 1.890.287 orang. Sedang suspek atau cikal bakal terinfeksi virus corona, pemerintah masih memantau terhadap 131.329 orang tersebar di 510 kabupaten/kota di 34 provinsi.
Sebelum, Rabu (30/6), tercatat total 2.178.272 kasus positif virus corona. 1.880.413 pasien di antaranya sembuh, dan 58.491 lainnya meninggal dunia.
Berikut 24.836 kasus baru yang dilaporkan 34 provinsi, DKI Jakarta: 7.541, Jawa Barat: 6.179, Jawa Tengah: 2.624, Jawa Timur: 1.397, DI Yogyakarta: 895, Kalimantan Timur: 596, Sumatera Barat: 549, Riau: 416 kasus.
Kemudian: Kepulauan Riau: 397, Nusa Tenggara Timur: 349, Bali: 311, Banten: 300, Kalimantan Tengah: 256, Sulawesi Selatan: 253, Bangka Belitung: 248, Sumatera Selatan: 229, Maluku: 218, Lampung: 206, Kalimantan Utara: 196, Kalimantan Barat: 191 kasus.
Disusul: Bengkulu: 178, Sumatera Utara: 174, Papua Barat: 151, Nusa Tenggara Barat: 139, Maluku Utara: 132, Kalimantan Selatan: 124, Jambi: 101, Sulawesi Barat: 101, Sulawesi Tenggara: 100, Aceh: 92, Sulawesi Tengah: 78, Papua: 46, Sulawesi Utara: 42, Gorontalo: 27 kasus.
Menurut catatan banuapost.co.id, dalam sepuluh hari terakhir ini setidaknya ada 7 rekor penambahan kasus positf. 21 Juni: 14.536 kasus, 23 Juni: 15.308 kasus, 24 Juni: 20.574 kasus, 26 Juni 21.095, 28 Juni 21.342 kasus. 30 Juni 21.807, dan 1 Juli 24.836 kasus.

Dengan terus jatuhnya korban akibat paparan Cocid-19 ini, masyarakat diminta berandil menekan penyebararanya dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Seperti memakai masker, selalu mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas dan interaksi.
Imbauan demikian tentunya bukan tanpa alasan. Pasalnya yang menjadi korban semakin banyak. Bahkan tak memandang status maupun usia. Ahli di bidang medis pun banyak yang jadi korban hingga meninggal dunia. (yb/ilust: ist)