JAKARTA, banuapost.co.id– Enam provinsi di Indonesia, DKI Jakarta, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, masuk dalam siaga bencana hidrometeorologi.
Masuk dalam siaga bencana ini disampaikan prakirawan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Claudiana Djiling, dalam pernyataan video yang diterima Kompas TV, sebagaimana diansir dari nkripost.com, Senin (1/11).
“Kami menetapkan beberapa wilayah berstatus siaga akan adanya potensi bencana hidrometeorologi,” ujar Claudia.
Potensi bencana hidrometeorologi yang dimaksud, lanjut Claudia, antara lain genangan, banjir, banjir bandang maupun tanah longsor.
Menurutnya, potensi bencana hidrometeorologi ini merupakan dampak dari fenomena La Nina pada pembentukan cuaca. Sehingga berpotensi untuk memberikan pasokan uap air untuk wilayah Indonesia.
“Uap air ini akan membentuk proses pertumbuhan awan-awan hujan di sejumlah wilayah di Indonesia,” jelasnya.
Di wilayah DKI dan beberapa wilayah lainnya di Indonesia, lanjut Claudia, saat ini sudah memasuki musim penghujam. BMKG juga kemudian memantau dinamika atmosfer.
“Menunjukan adanya beberapa gangguan cuaca, seperti di daerah konvergensi dan perlambatan angin, kemudian beberapa gelombang ekuator yang aktif,” tuturnya.
Pertumbuhan awan hujan juga akan terjadi di wilayah-wilayah lain di Indonesia dan menyebabkan meningkatnya curah hujan.
“Peningkatan curah hujan itulah yang bakal meningkatkan pula potensi bencana,” tandasnya. (yb/ilust: bmkg)