BANJARBARU, banuapost.co.id– Sekelompok orang bersenjata, diamankan anggota Pertahanan Pangkalan (Hanlan) Lanud Sjamsudin Noor (SAM), Rabu (17/11). Keberadaan kelompok bersenjata, bermula dari laporan Intelpam Lanud SAM yang diduga ingin menguasai Lanud SAM.
Menindaklanjuti laporan tersebut, perwira jaga Lanud SAM meneruskan informasi yang diterima ke Kadisops Lanud SAM, Mayor Lek Febrian Wijoseno, yang selanjutnya memohon arahan dan petunjuk ke Danlanud Kolonel Pnb Yulmaizir Chaniago.
Atas perintah danlanud, kadisops segera memberi perintah kepada seluruh personil Lanud SAM untuk segera melaksanakan gelar hanlan. Kadisops juga memerintahkan seluruh personil Lanud SAM melaksanakan apel kesiapan untuk koordinasi awal pergerakan dengan membagi 2 peleton untuk bersiap pada sektor-sektor pertahanan pangkalan.
Melihat perkembangan situasi di Lanud SAM terjadi serangan lawan dari darat, kadisops memerintahkan regu-regu yang sudah dibentuk untuk mengatasi dan melumpuhkan lawan yang menyerang secara horizontal.
Dengan menggunakan pola pertahanan pangkalan yang telah ditentukan, terjadilah kontak senjata. Namun setelah beberapa saat kontak senjata berlangsung, sekelompok bersenjata tersebut berhasil dipukul mundur.
Mundurnya musuh, diindikasikan bergerak melingkar menuju markasnya yang tidak jauh dari Lanud SAM. Sehingga pasukan Hanlan diperintahkan untuk melakukan pengejaran. Tepat di pinggiran pemukiman warga, pasukan Hanlan dihadang tembakan kelompok bersenjata dan terjadilah baku tembak.
Lagi-lagi, penyerang berhasil dipukul mundur dengan digiring menuju daerah penghancuran dan akhirnya dapat dilumpuhkan.
Enam musuh tertembak, dua menyerahkan diri dan disita 8 senjata laras panjang. Selanjutnya Dua orang separatis tersebut dibawa ke Markas Lanud SAM untuk dilaksanakan pemeriksaan dan penyelidikan oleh POM AU.
Demikian skenario latihan Hanlan yang dilaksanakan Lanud SAM dengan tujuan untuk mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan yang dapat mengganggu stabilitas keamanan dan keutuhan wilayah NKRI khususnya di wilayah Lanud SAM.
Selain itu juga, sebagai antisipasi adanya aksi mendadak dari para kelompok teroris dan mengantisipasi ancaman teror yang dapat mengganggu kelancaran operasional penerbangan Bandara Internasional Syamsudin Noor.
Latihan ini pun, untuk menguji sejauh mana kemampuan dan kesiapan para personil Lanud SAM dalam menghadapi dan mengambil tindakan awal terhadap segala bentuk ancaman, gangguan dan kejahatan. Baik di Lanud SAM maupun di Bandara Internasional Syamsudin Noor. Jika eskalasi ancaman semakin meningkat, maka Lanud SAM akan mendapatkan bantuan dari pasukan khusus TNI AU (Paskhas) dari Markas Komando Operasi TNI Angkatan Udara (Koopsau) II Makassar.
Simulasi latihan Hanlan ini melibatkan seluruh personil Lanud SAM. Danlanud SAM bertindak sebagai Dansatlak. Sedang Kadisops Lanud SAM bertindak sebagai Dansurlat, para Pamen Lanud SAM bertindak sebagai tim Wasdal dan para Pama Lanud SAM bertindak sebagai tim penilai. Latihan terlaksana dalam waktu singkat dan berjalan lancar dan aman. (ril/foto: penau)