PELAIHARI, banuapost.co.id– Kabupaten Tanah Laut (Tala) yang menjadi tujuan anak jalanan, pengamen maupun pengemis dari luar daerah, dapat mengganggu kondisi keamanan dan ketertiban.
Menyikapi kondisi demikian, Dinas Sosial Tala melalui Bidang Rehabilitasi Sosial dan Perlindungan Jaminan Sosial (RSPJS), melakukan upaya penanganan.
Seperti merangkul sembari memberikan bimbingan dan dorongan motivasi agar mendapat penghasilan dengan benar dan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, serta kelayakan dari sisi pendidikan mereka.
“Sehingga tidak bekerja dengan mengharapkan ketidakpastian, seperti mengemis dan mengamen,” jelas Kabid RSPJS, H Hasan, usai menjadi narasumber program Talk Show di Radio Tuntung Pandang, Rabu (13/4).
Bahkan berdasarkan data yang dimiliki, sambung H Hasan, ada 116 anak terlantar di Tala. Mereka sudah difasilitasi ke panti-panti di Banjarbaru. Termasuk dititipkan ke keluarga yang dinilai mampu memberikan pendidikan yang layak.
Begitupun jika arahan saat bimbingan tidak dilaksanakan, menurut H Hasan, maka pihaknya akan menggelar razia di tempat mereka beroperasi. Kemudian didata dan dikembalikan ke tempat asal mereka. Sehingga jika masih mengulangi, maka akan ada peraturan hukum yang berlaku.
“Badut-badut dan pengemis yang ada, memang ada yang mengkoordinasikan. Tidak mungkin mereka datang sendiri. Bahkan saat hari pasar (Senin), mereka kadang datang difasilitasi menggunakan mobil,” jelas H Hasan.
Ke depan, lanjut H Hasan, bersama jajaran terkait, seperti Satpol PP maupun kepolisian, akan memantau juga para koordinator pengemis dan anak jalanan ini.
“Karena dengan menjaga ketertiban dan ketentraman di Tala, diharapkan pengamen dan pengemis menjadi berkurang,” tandasnya. (ril/foto: diskominfo)