PELAIHARI, banuapost.co.id– Pentingnya menggunakan produk dalam negeri, sebagaimana pesan Presiden Joko Widodo, kembali diingatkan Bupati Tanah Laut, H Sukamta.
Wanti-wan itu disampaikan saat membuka kegiatan Diskusi Panel Tentang Optimalisasi Produk Dalam Negeri pada E-Katalog dan Toko Daring di Gedung Sarantang Saruntung Pelaihari, Kamis (23/6).
“Presiden sudah menegaskan, kita semua kabupaten/kota, gubernur dan kementerian/lembaga agar menggunakan produk dalam negeri. Jadi anggaran kita dibelanjakan di tempat. Jangan sampai dibelanjakan keluar,” kata bupati.
Menurut bupati, kebijakan untuk membeli produk dalam negeri sudah sejak lama ditunggu, bahkan sejak 2019 lalu. Karena dampak belanja produk dalam negeri untuk kesejahteraan masyarakat.
Penggunaan produk dalam negeri di Kabupaten Tala sudah mencapai 93,9 persen. Akan tetapi realisasi anggaran yang terserap, masih kecil.
“Padahal dengan adanya kebijakan belanja produk dalam negeri ini, akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui belanja kita, belanja APBD,” jelasnya.
Karena itu, sambung Sukamta, kepada setiap SKPD Lingkup Pemkab Tala untuk melakukan segera eksekusi dan percepatan pelaksanaan anggaran dalam penggunaan APBD belanja produk dalam negeri.
“Dengan demikian kita bisa mencapai 95 persen ke atas. Inilah wujud nyata kita untuk mensejahterakan masyarakat. Menjaga kedaulatan bangsa dan membesarkan bangsa dengan kemandirian, yakni dengan membeli produk dalam negeri,” tandasnya.
Hadir sebagai narasumber, di antaranya Direktur Pengembangan Sistem Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Patria Susantosa, Koordinator Pegawasan Bidang Akuntabilitas Pemerintah Daerah Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kalsel, Anom Bajirat Suta dan Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Kalsel.
Diskusi ini dihadiri perwakilan Kepala SKPD Lingkup Pemkab Tala dan seluruh Kepala Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa UKPBJ se Kalsel. (ril/foto: diskominfo)