PELAIHARI, banuapost.co.id– Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalsel Sosialisasi Proyek Perubahan Optimalisasi Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satops Patnal) melalui Pembetukan Satgas Wasaka di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Pelaihari, Senin(10/10).
Sosialisasi disampaikan Kepala Bidang Pelayanan Tahanan, Kesehatan, Rehabilitasi, Pengelolaan Benda Sitaan, Barang Rampasan dan Keamanan Kanwil Kemenkumham Kalsel, Muhammad Susanni.
Kegiatan diikuti Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Rutan Pelaihari, Rahmad Pijati, beserta jajaran pejabat struktural dan seluruh pegawai.
Dalam pengarahannya, Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM Kalsel, Lilik Sujandi, emberikan penguatan tugas dan fungsi pegawai serta penanaman nilai kepimimpianan.
Menurut Lilik, petugas pemasyarakatan adalah seorang pemimpin yang harus menerapkan nilai-nilai kepemimpinan dan menjaga serta membina warga binaan.
“Di antara karakter yang harus dimiliki seorang pemimpin adalah sikap yang tegas dan berintegritas, bijaksana, visioner, bertanggungjawab, komunikasi yang baik dan jujur, serta menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari”, jelas Lilik.
Sementara, Susanni dalam sosialisasinya menjelaskan pembentukan Satgas Wasaka bertujuan untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban serta enindak pelanggaran tata tertib di rutan maupun lapas.
Pembentukan Satgas Wasaka dilatarbelakangi kondisi rutan dan lapas di Kalimantan Selatan yang mengalami over kapasitas di atas rata-rata nasional. Sehingga berpotensi menimbulkan potensi kerawanan gangguan kamtib.
Lebih lanjut, Susanni memparkan, di tengah kondisi rutan/lapas yang over kapasitas juga terdapat masalah, seperti jumlah petugas yang sedikit, sarana dan prasarana yang sedikit, jumlah petugas yang mengikuti kompetensi yang terbatas, serta tidak adanya satgas khusus yang terlatih.
“Melihat masalah tersebut, maka dibentuklah Satgas Wasaka yang diharapkan bisa mencegah maupun menangani jika terjadi adanya gangguan kamtib di rutan maupun lapas Kalimantan Selatan,” katanya.
Untuk diketahui, di Rutan Pelaihari saat ini mengalami over kapasitas sebesar 234 persen dengan jumlah penghuni sebanyak 375 orang dan kapasitas blok hunian sebanyak 160 orang. Sementara jumlah petugas pengamanan hanya 7 orang.
Plt Kepala Rutan, Rahmad Pijati mengungkapkan, melalui sosialisasi ini dirinya sangat mendukung adanya Satgas Wasaka. Ia menyampaikan 3 orang petuga Rutan Pelaihari akan menjadi anggota dari Satgas Wasaka dan diharapkan mampu menjadi role of model dalam menjalan tugas dan fungsi Satgas Wasaka di Rutan Pelaihari. (ril/foto: ist)