BANDUNG, banuapost.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin dianugerahi penghargaan Smart Sanitation Award (SSA) 2023 dari Alinsi Kabupaten-Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI)
Dalam penilaian tim AKKOPSI, kota berjuluk Seribu Sungai ini dipandang berhasil melaksanakan kegiatan pembangunan kesehatan, seperti pengelolaan air bersih, pengelolaan air limbah, jamban bersih, persampahan, perumahan, permukiman dan lainnya.
Penghargaan bergengsi tersebut, diterima Pemko Banjarmasin bertepatan dengan Rakernas City Sanitation Summit (CSS) AKKOPSI, yang dilaksanakan di Gedong Budaya Soreang (GBS), Bandung.
Selain Banjarmasin, ada empat kota lain yang juga mendapatkan penghargaan tersebut, yaitu Kota Bukit Tinggi, Kota Solok, Kota Depok dan Kota Malang.
Menariknya, kelima penghargaan tersebut diserahkan langsung Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, yang merupakan wakil ketua I dalam organisasi tersebut dan dalam kesempatan tersebut mewakili Ketua AKKOPSI, Ahmad Zaki Iskandar.
“Kami berharap ini menjadi replikasi juga di masing-masing daerah untuk mengelola sanitasi aman dan sanitasi layak di masing-masing kabupaten kota,” ujar Ibnu Sina, usai menutup kegiatan AKKOPSI, Jumat (16/6) kemarin.
Menurut pria kelahiran Puruk Cahu, Kalimantan Tengah ini, sanitasi merupakan tolak ukur keberhasilan pembangunan disebuah kota. Bila sanitasi di kota tersebut bagus, dapat dipastikan infrastruktur penunjangnya pun bagus.
“Sanitasi itu sebetulnya kunci. Ketika sanitasi disebuah kabupaten/kota itu bagus, maka infrastruktur lain, termasuk penunjangnya pasti akan bagus. Kita tidak bisa berharap sanitasi akan baik kalau misalnya pembangunan kesehatannya, air bersihnya, dan air limbahnya, masih belum baik,” terangnya.
Karenanya, AKKOPSI akan selalu mendukung dan memperjuangan seluruh kabupaten kota terutama penerima penghargaan SSA 2023, agar bisa mendapatkan apresiasi tambahan dari kementerian atas keberhasilan mengelola sanitasi perkotaan.
“Kita akan perjuangkan untuk penerima penghargaan sanitasi award ini, agar mendapatkan juga tambahan hadiah, apakah dumb truk atau mobil tinja dari kementerian, ini akan kita perjuangan nanti di Dirjen Cipta Karya,” ucapnya.
Dikesempatan tersebut, Ibnu juga membeberkan delapan rekomendasi yang telah disepakati seluruh peserta AKKOPSI untuk diserahkan ke kementerian terkait.
Beberapa rekomendasi tersebut antara lain, merekomendasikan kepada pemerintah pusat melalui kementerian-kementerian terkait untuk meningkatkan dukungan program dan pembiayaan terkait sanitasi kepada pemerintah daerah, dalam rangka mensukseskan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’S).
Kemudian, memproporsikan secara khusus alokasi pembiayaan untuk sektor sanitasi yang dapat disinergikan dengan alokasi pembiayaan sektor kesehatan dan juga alokasi dana desa dan kelurahan.
“Merekomendasikan kepada pemerintah provinsi untuk aktif mengkoordinasikan, mensinergikan, dan memfasilitasi kegiatan-kegiatan pembangunan Sanitasi di masing-masing Kabupaten dan Kota yang ada diwilayahnya,” katanya.
Serta meningkatkan kerjasama dan kolaborasi antara AKKOPSI dengan berbagai mitra pembangunan, sehingga target pencapaian standar pelayanan minimal dibidang sanitasi, air minum, persampahan, perumahan, dan permukiman dapat segera dicapai diseluruh kabupaten dan kota yang ada di Indonesia. (ril/foto: ist)