KINTAP. Banuapost.co.id– Cabang Khattil Qur’an atau lebih dikenal dengan seni kaligrafi Al-Qur’an yang diperlombakan pada kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-45 tingkat Kabupaten Tanah Laut (Tala), terbagi menjadi empat golongan.
Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Hakim Cabang Khattil Qur’an, Hadi Purwanto di MTsN 6 Tala, Sabtu (8/7)
Menurutnya, golongan yang dilombakan tersebut melakukan penilaian dengan indikator yang berbeda-beda. Tetapi secara serempak kebenaran tulisan menjadi faktor paling penting dalam cabang ini.
“Cabang kaligrafi memiliki empat golongan. Di antaranya golongan naskah, hiasan mushaf, dekorasi, dan kontemporer yang diikuti putra dan putri. Secara garis besar cara penilaian berbeda-beda setiap golongan,” kata Hadi.
Untuk golongan naskah. lanjut Hadi, setiap peserta diharuskan membuat dua karya, satu karya wajib dan satu karya pilihan.
“Penilaian untuk golongan naskah murni dari tulisan atau kaidah dan hiasan tidak terhitung sebagai nilai tambah. Sedang golongan hiasan mushaf dan dekorasi dinilai dari kaidah dan hiasan masing-masing 60% dan 40%. Selain itu untuk kontemporer dinilai dari keterbacaan dan kesesuaian makna,” beber Hadi.
Lebih lanjut Hadi mengatakan, pada cabang kaligrafi tidak ada kecamatan yang menjadi unggulan.
“Pada cabang kaligrafi ini karena memang banyak golongan, jadi tidak ada kecamatan yang secara spesifik menjadi unggulan, semua berpeluang menjadi pemenang,” tutup Hadi.
Cabang seni kaligrafi Al-Qur’an dilombakan selama lebih kurang 8 jam sejak jam 8 pagi. (ril/foto: diskominfo).