PELAIHARI, Banuapost.co.id– Pejabat (Pj) Bupati Tanah Laut (Tala), H Syamsir Rahman, didampingi Pj Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK). Hj Rizki Yulia, menghadiri Melaspas/Peresmian Pura Dalem dan Prajepati yang dilaksanakan Lembaga Adat Banjar Sukasari di Desa Tajau Pecah, Kecamatan Batu Ampar, Rabu (9/10).
H Syamsir Rahman setelah meresmikan pura dalem yang ditandai dengan penandatanganan prasasti mengungkapkan, melaspas atau peresmian tempat suci seperti ini memiliki makna spriritual yang sangat mendalam bagi masyarakat Hindu.
Proses ini bukan hanya sekedar ritual, tetapi menjadi simbol penting dalam menjaga keseimbangan alam semesta dan menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan tuhan, alam dan dengan sesama.
“Saya sangat mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat yang ada di sini karena telah bekerja sama mewujudkan pembangunan Pura Dalem Prajepati ini. Tempat ini nantinya akan menjadi pusat peribadatan dan kegiatan keagamaan bagi umat Hindu, sekaligus menjadi sarana penting untuk memperkuat nilai-nilai budaya dan adat di tengah masyarakat,” ungkapnya
Ia menambahkan, Kehadiran pura ini juga merupakan wujud nyata dari komitmen untuk menjaga kebhinnekaan dan memperkuat persatuan dalam bingkai kerukunan umat beragama. Bumi Tuntung Pandang adalah rumah bagi berbagai suku, budaya dan agama.
“Saya merasa bangga kita bisa hidup berdampingan dengan saling menghormati, menjaga toleransi, dan memperkuat kebersamaan,” ucap Syamsir.
Syamsir juga menuturkan, pemerintah daerah selalu mendukung kegiatan keagamaan dan kebudayaan yang bertujuan mempererat tali persaudaraan di antara warga, pemerintah juga terus berupaya untuk memberikan perhatian dan dukungan dalam membangun fasilitas ibadah serta menjaga keharmonisan kehidupan beragama di Tala ini.
“Semoga dengan diresmikannya Pura Dalam Prajapati ini, masyarakat Hindu di Desa Tajau Pecah dapat lebih khusuk dalam menjalankan ibadah dan semoga tempat ini menjadi pusat kedamaian, kebersamaan dan kekuatan spiritual bagi kita semua,“ pungkas Syamsir. (ril/foto: prokopim)