BANJARMASIN, banuapost.co.id– Perbaikan pipa air baku yang bocor, akhirnya selesai Minggu (17/2) sore sekitar pukul 17:30 Wita.
Namun distribusi air ke masyarakat, khususnya yang berada di kawasan ujung
Banjarmasin, diperkirakan baru normal tiga hari kemudian.
Menurut Dirut PDAM Bandarmasih, Yudha Achmadi, air yang
mulai didistribusikan bisa saja keruh. Karena itu masyarakat bersabar sampai
distribusi benar-benar normal.
Yudha menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat
dengan adanya gangguan distribusi air bersih, sejak terjadinya kebocoran pipa
air baku di Jl Gubernur Syarkawi, Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Jumat (15/2)
lalu.
Dibanding kerugian yang dialami perusahaan daerah yang
dipimpinnya, masyarakat atau pelanggan lebih dirugikan lagi.
“Jumlah pelanggan kita yang terdampak cukup besar,
hampir 80 ribu pelanggan. Kerugian mereka pasti jauh lebih besar dibanding
kerugian yang kita alami,” imbuh Yudha.
Untuk mengurangi kerugian masyarakat, khususnya yang
masih mengalami gangguan distribusi, PDAM Bandarmasih mengratiskan pengantaran
air bersih dengan menggunakan truk tangki.
Sebelumnya, masyarakat yang memesan air bersih dengan
truk tangki dikenakan biaya pengantaran. Seperti pelanggan rumah tangga
dikenakan biaya sekitar Rp 150 ribu. Sedang pelaku usaha sekitar Rp 190 ribu.
“Sebelumnya, hanya warga yang memesan secara
kolektif minimal lima kepala keluarga dengan persetujuan Ketua RT yang
digratiskan. Tapi mulai malam ini, sampai distribusi belum normal, tidak ada
biaya pengantaran alias gratis,” kata Yudha.
Kasus pipa bocor akibat sambungan lepas, diakui Yudha, menjadi pelajaran berharga pihaknya. Karena itu ke depan akan melakukan langkah-langkah antisipasi, agar peristiwa serupa tidak terulang. (emy/foto: ist)
