BANJARBARU, banuapost.co.id–
Meski tengah dalam sorotan akibat kasus bisnis jabatan, keberadaan Kementerian
Agama (Kemenag) bagi Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, benteng dalam menjaga
kemuliaan masjid.
“Masjid tidak digunakan untuk politik praktis. Sebaliknya,
masjid dapat dimanfaatkan untuk kemashlahatan umat,” ujar Paman Birin, sapaan
akrabnya.
Gubernur menegaskan itu dalam sambutannya ketika membuka
secara resmi Rapat Kerja Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalsel 2019, Rabu
(20/3).
Menurut gubernur, pentingnya peran kemenag dalam menjaga
persatuan dan pembinaan umat, terutama di tahun politik ini. Tidak hanya
sebatas memberikan da’wah atau penyuluhan agama.
Lebih dari itu, kemenag melalui para penyuluhnya dapat
menangkal hoaks, terlebih bisa memberikan pemahaman atau meluruskan kabar hoax
tersebut.
“Ditahun politik, kita dihadapkan dengan maraknya
hoax. Kemenag miliki peran penting dalam
melawan hoax, karena dapat mengancam keutuhan, persatuan dan kesatuan, atau
bahkan bisa mengakibatkan perselisihan dan perpecahan,” jelasnya.
Senada, Kakanwil Kemenag Kalsel, H Noor Fahmi, juga
menegaskan, jajaran beserta para penyuluh agama untuk bersama-sama melawan
hoax, terlebih di tahun politik.
Dicontohkan Noor Fahmi, hoax yang tertuju ke kemenag,
yaitu jika pemerintahan ini berlanjut, maka pelajaran agama di sekolah akan
dihapus.
“Kabar tersebut sama sekali tidak benar. Itu hoax.
Tidak akan pelajaran agama dihapus di sekolah,” ujarnya. (rny/foto: hum)
