Salah satu persoalan bangsa Indonesia yang sangat krusial, yaitu kedaulatan pangan. Padahal cukup banyak pemerhati dan ahli memiliki perhatian pada pembangunan pertanian akan pentingnya menggagas masa depan pertanian nasional.
Kondisi ini semoga dapat menggugah kesadaran para calon anggota dewan yang terhormat. Sebab peran dan kontribusi pertanian tidak hanya bagi pembangunan ekonomi semata, namun juga untuk menjunjung martabat bangsa.
Kalau mencermati krisis ekonomi yang terjadi, nampaknya pertanian sebagai akar awal profesi kehidupan di banyak negara, di peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38 2018 di Desa Jejangkit, Batola, Kalsel, menjadi momentum untuk menjadi penggerak perekonomian bangsa.
Jepang sebagai negara industri, memiliki perhatian besar pada usaha bercocok tanam. Sementara Indonesia yang memproklamirkan diri sebagai negara agraris, seharusnya melakukan perhatian dan tindakan yang jauh lebih serius dari negeri matahari terbit itu.
Sangat tidak ada alasan untuk mengabaikan pembangunan pertanian, mengingat sektor ini memberi kontribusi sekitar 17 persen pada GDP nasional, dan kemampuan menampung angkatan kerja sekitar 40 persen.
Pertanian juga merupakan penyumbang devisa negara yang cukup signifikan. Dengan semakin kokohnya dominasi produk perkebunan, seperti kelapa sawit, karet, kakao di pasar dunia, potensi devisa yang akan didapat pun semakin terbuka lebar.
Meski demikian, kesulitan petani mengakses benih berkualitas dengan harga terjangkau, juga masih menjadi persoalan tersendiri. Terlebih lagi oligopoli atau monopoli sarana produksi oleh perusahaan multinasional yang bisa mendikte harga, juga sangat menyulitkan petani.
Begitupun dengan keberadaan koperasi petani yang digadang-gadang dapat menjadi kekuatan yang mampu menyuarakan dan membela kepentingan warganya, masih menjadi mimpi.
Apalagi di era otonomi daerah ini di mana otoritas kepala daerah dan DPRD dalam penentuan prioritas pembangunan, masih melihat pertanian sebagai sektor yang hasilnya lama. Sehingga menjadi kurang menarik bagi mereka.
Dengan potensi lahan yang sangat besar, komoditas yang sangat beragam, serta pangsa pasar yang sangat besar, seharusnya pertanian menjadi leading sektor yang dapat menentukan martabat bangsa.
Jika mampu menghasilkan berbagai produk pangan serta produk-produk lainnya, baik perikanan, peternakan, perkebunan dan kehutanan hingga menguasai pasar dunia. maka Indonesia tidak hanya disegani secara ekonomi. Namun akan sangat kuat ditinjau dari geopolitik internasional.
Martabat bangsa akan berkibar, karena akan menjadi salah satu negara yang menentukan pasokan pangan dunia. Mestinya ini bukan hanya sekedar mimpi, namun direalisasikan dengan semangat dan kerja keras bersama.
Para calon wakil rakyat yang terhormat, itulah peran strategis dan peluang pertanian bagi pembangunan bangsa. Buktikan dan tunjukkan, banyak di antara Anda yang saat kampanye menyuarakan pentingnya pembelaan pada wong cilik dan petani.
Kepedulian dan keberpihakan terhadap pembanguan pertanian, akan menguji apakah janji dan kampanye Anda sekadar di mulut saja. Ataukah memang merupakan cita-cita mulia untuk kemakmuran bangsa. Kita tunggu..! (yebe/aktivis media)