PELAIHARI– Puguh Pamuji (24), warga Desa Ambungan, Pelaihari, terpaksa dirantai orangtuanya saat akan pergi mencari nafkah. Pemuda yang diduga mengindap down syndrome atau keterbelakangan mental, sudah dua bulan terakhir menempati bagian belakang rumahnya dengan kaki dirantai.
Orangtua Puguh, Prayitno dan Ny Sulika, terpaksa membanting tulang untuk hari-hari hidup mereka. Prayitno bekerja sebagai buruh, sedang istrinya menjual jasa pijat sampai ke Banjarmasin.
Pasutri itu terpaksa merantai anaknya saat mereka pergi untuk mencari nafkah. Tujuannya agar sang anak tidak pergi jauh dan menggangu orang lain. Kalau sudah pulang, mereka membawa puguh ke dalam rumah.
Karena keterbelakangan mental, Puguh pun hidup jauh dari normal. Ia selalu membawa semua sampah ke dalam rumah, sehingga rumah menjadi kotor.
Saat jurnalis banuapost.co.id mendatangi rumah orangtua Puguh di kawasan PTPN XIII RT 8, Desa Panggung, posisi Puguh berada di belakang rumah dengan kaki dirantai. Sulung dari tiga bersaudara itu ditemani Nurhayati, kakak dari ibunya.
Nurhayati mengaku sangat miris melihat nasib keluarga adiknya, terutama pada Puguh yang mengalami keterbelakangan mental.
“Saya sangat sedih melihat kondisi keponakan saya,” ujar Nurhayati dengan suara tersendat, seperti menahan tangis.
“Saya sebagai perwakilan keluarga, berharap keponakan saya ini ada yang membantu membawanya berobat, minimal diperiksa,” kata Nurhayati lagi.
Menurut Nurhayati, keponakannya pada Selasa sempat dibawa petugas puskesmas ke RSUD Hadji Boejasin Pelaihari. Namun kemudian diantar kembali setelah diberi obat untuk tiga hari.
Sementara Dinas Sosial Tanah Laut merencanakan membawa Puguh untuk menjalani pemeriksaan di RS Jiwa Sambang Lihum. Namun saat akan dijemput petugas dinsos, Puguh sudah dibawa petugas puskesmas Desa Ambungan ke RSUD Hadji Boejasin.
Wiyanto, Kepala Dinas Sosial Tala, membenarkan anggotanya ingin menjemput Puguh dan pendamping dari pihak keluarga untuk dibawa ke RS Jiwa Sambang Lihum.
“Sayangnya saat staf saya menjemput ke rumah keluarga Puguh, pemuda itu sudah dibawa petugas puskesmas ke Pelaihari,” kata Wiyanto saat dikonfirmasi Rabu (2/1).
Meski demikian, sambung Wiyanto, pihaknya tetap akan membawa Puguh ke RS Jiwa Sambang Lihum. Rencananya, besok (Kamis 3/1) salah satu staf dinsos akan mendampingi Puguh ke Sambang Lihum. (zkl/foto: zul yunus)