PELAIHARI– Trans Kalimantan wilayah pesisir Kalsel, dikeluhkan warga dan pengguna jalan. Pasalnya setelah hujan turun, genangan bermunculan di beberapa titik, terutama yang melintasi Kabupaten Tanah Laut.
Banyaknya genangan, membuat pengendara motor harus ekstra hati-hati kalau tidak ingin kecipratan air yang dilindas mobil saat berpapasan.
Untuk wilayan Kabupaten Tala mulai dari Kecamatan Bati-Bati, Tambang Ulang, Pelaihari, Batu Ampar, Jorong dan Kintap, hampir terdapat genangan air di aspal jalan Trans-Kalimantan.
Di Kecamatan Pelaihari misalnya, titik-titik genangan terdapat di kawasan Kelurahan Pabahanan, Desa Panggung dan Desa Ambungan. Adanya genangan bekas hujan, akibat drainasenya banyak yang rusak atau sudah tertimbun endapan pasir dan tanah.
Muhammad Noor, salah seorang pengurus LSM di Kota Pelaihari, menyayangkan ruas Trans Kalimantan yang selalu tergenang setelah hujan turun.
Ia berharap Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII Kalsel segera membenahi drainase di kiri kanan jalan yang sudah tidak berfungsi.
“Sayang jalan yang sudah beraspal mulus akan segera rusak jika air setiap hujan menggenang di atas aspal jalan,” katanya.
Apa yang diungkapkan M Noor, juga diakui Gunawan, warga Desa Ambungan. Menurutnya, hampir sekitar satu tahun terakhir genangan di jalan muncul setiap hujan turun. Sebelumnya, air tidak pernah menggenang di jalan.
“Dahulu lancar-lancar saja. Mungkin gara-gara got atau parit yang sudah tertutup endapan tanah dan pasir, sehingga air membludak sampai ke badan jalan,” kata Gunawan.
Biasanya, sambung Gunawan, air yang menggenang berlangsung sampai tiga hari, tergantung tingginya curah hujan.
“Genangan itu biasanya bertahan sampai berhari-hari, terutama di dekat warung saya yang kebetulan berada di turunan jalan,” tandas Gunawan. (zkl/foto: zul yunus)