BANJARMASIN– Tiang ganda tempat trafo milik PT PLN (Persero) di seberang Rumah Dinas Walikota Banjarmasin, Komplek Dharma Praja, Jl A Yani Km 4,5, Banjarmasin Timur, Sabtu (5/1), patah hingga menyebabkan alat pengatur tegangan listrik dari input ke output tergeletak di tanah.
Dugaan sementara, kropos penyebab patahnya dua tiang yang menyangga trafo seberat 800 kg dengan kekuatan 160 KVA atau mampu mengaliri listrik sebanyak 120 pelanggan di kawasan yang banyak dihuni pejabat ASN itu.
Menurut saksi mata, Ali Rahman, yang juga satpam di rumdin walikota, tiang trafo roboh sekitar pukul 12:45 Wita.
Tiang milik perusahaan negara di bawah koordinasi Kementerian ESDM itu, roboh secara tiba- tiba tanpa ada angin kencang maupun hujan deras.
“Syukurnya ketika tiang roboh, jalanan sedang sepi. Sempat ada sebuah mobil yang akan melintas, namun terlebih dahulu tiang listriknya roboh,” jelas Ali Rahman.
Meski demikian, sambung Ali Rahman, seiring dengan robohnya tiang listrik, dari dalam rumah dinas sempat terdengar suara keras. Semula diduga suara karena ada kecelakaan lalulintas.
“Namun setelah dipastikan, ternyata tiang trafo yang roboh,” ujarnya.
Berselang sekitar 20 menit setlah kejadian, lanjut Ali Rahman, kurang lebih enam pegawai PLN tiba di lokasi dan memperbaiki tiang listrik roboh tersebut.
Sementara Supervisor PLN ULP A Yani, Tri, yang diminta penjelasannya, berjanji segera memasang material pengganti.
“Kita semaksimal mungkin melakukan perbaikan. Bahkan sampai malam hari,” ujarnya.
Sedang Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina, yang juga sempat dikagetkan dengan robohnya tiang trafo tersebut, mengaku bersyukur karena tak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Ibnu meminta maaf kepada warga atas kejadian, karena menyebabkan aliran listrik terganggu.
“Semoga petugas PLN cepat melakukan perbaikan agar listrik kembali nomal. Sedang di rumah dinas, untuk sementara menggunakan genset,” kata Ibnu. (emy/foto: ist)