Terlepas Anda suka atau apalah namanya dengan Prabowo, silakan. Namun
setidaknya tulisan pendek ini hanya sekedar mengungkapkan kekaguman dari
seorang anak bangsa atas salah satu
calon pemimpinya.
Ya, Duta Mall Banjarmasin, Rabu (27/3) malam, memang menjadi saksi,
terutama bagi yang kebetulan tengah berbelanja atau hanya sekedar cuci mata.
Di tengah geliat jual beli di tiap tenant, suasana mendadak riuh. Siapa lagi yang membuat riuh kalau
bukan capres 01 yang sudah menjadi kebiasaanya blusukan ke setiap daerah yang
dikunjunginya.
Jokowi seusai kampanye terbuka di Stadion 17 Mei, Kopi Bareng
Milenial di salah satu tempat kongkow-kongkownya anak muda Kota Banjarmasin, di
Taher Squqre, sore hari menjelang Maghrib.
Usai Shalat Maghrib di Masjid Raya Sabilal Muhtadin, pria
kelahiran Kota Surakarta, Jawa Tengah 21 Juni 1961, muncul di pusat
perbelanjaan modern itu.
Tidak didampingi sang
istri, Iriana Joko Widodo, pria yang sejak 20 Oktober 2014 menyandang predikat
sebagai Presiden Indonesia ke-7, selain ditemani beberapa anggota paspampres, juga
anggota Tim Kampanye Nasional (TKN)-nya, Mardani H Maming.
Menyusuri lantai 1 salah satu pusat perbelanjaan terbesar di
Provinsi Kalsel, mantan Walikota Solo dua priode, 2005-2002, melihat
barang-barang jualan sembari menyapa para pramuniaga, dan berswafoto dengan
pengunjung.
Masih dengan kemeja putihnya, sebagaimana tampil berkampanye di
Stadion 17 Mei, alumnus Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada itu, tak menolak
pengunjung yang ingin berswafoto.
Bahkan tak jarang, pria dari keluarga sederhana yang dinilai berhasil mengubah wajah Kota
Surakarta menjadi kota pariwisata, kota budaya, dan kota batik, memanggil warga
di dekatnya yang ingin swafoto.
“Ayo sini..ayo..sini,” ucapnya sambil melambaikan tangan mengajak
warga yang seperti takut karena sang capres dikelilingi anggota paspampresnya.
Tak jarang juga ada warga yang nekat menerobos, meski sempat dihalangi
petugas. Namun karena dawai di tangan, warga itupun berhasil juga berswafoto.
Kadangkala, mantan Gubernur DKI Jakarta itu yang memegangkan.
Setelah klik, dawai pun dikembalikan ke pemiliknya. Sementara pemiliknya, setelah
mengucapkan terima kasih, tampak sangat bahagia
Seperti itulah Joko Widodo. Pembeda di antara pemimpin nasional sebelumnya
yang terikat dengan protokoler, pengamanan terhadap seorang kepala negara.
Sejak Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Gus Dur, Megawati dan SBY,
tak pernah ada presiden sedekat Jokowi dengan anak bangsanya. Kita maklum
karena presiden sebagai simbol negara, harus terjaga.
Namun ayah dari dua putra dan seorang putri ini di luar acara
kenegaraannya, selalu sabar melayani rakyatnya entah hanya sekedar bersalaman
atau berswafoto. Tentunya akan menjadi cerita tak terlupakan sepanjang hidup
bagi yang sudah beruntung. (yebe/aktivis
media)
