Muda, karena masih berusia 38 tahun pada 17 September mendatang. Namun sudah sukses sebagai seorang pengusaha dari CEO dua perusahaan holding besar, PT Batulicin Enam Sembilan dan PT Maming Enam Sembilan.
Itulah sosok Mardani H Maming, pengusaha muda kelahiran
Batulicin, Kalsel, 17 September 1981, yang kini mencalonkan diri sebagai Ketua
Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) 2019
– 2021 dalam Munas XVI, 31 Juli mendatang.
Dengan segala kesuksesan dalam usia yang sangat muda, sebenarnya
apa lagi yang ingin dicari bupati termuda se Indonesia, Kabupaten Tanah Bumbu
1,5 periode (sejak 2010 hingga Juli 2018) ini?
Pertanyaan apa lagi yang ingin dicari alumnus Fakultas
Hukum Universitas Lambung Mangkurat ini, bisa jadi karena hasratnya yang besar
untuk ikut berkiprah dalam program peningkatan ekonomi yang sedang
gencar-gencarnya digelorakan Presiden Joko Widodo dengan kaum milenial sebagai
pelakunya.
Hasrat besarnya itu bisa jadi pula karena Ketua DPD PDI-P
Kalsel yang juga salah satu anggota TKN paslon 01, Jokowi – KH Mar’uf Amin pada
pilpres lalu, sadar dengan potensinya untuk ikut berkiprah mendongkrak
peningkatan ekonomi nasional.
Jika mencermati visi misi Ketua Umum Asosiasi
Pemerintahan Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) ini pada pencabutan nomor urut calon Ketua Umum BPP HIPMI di Hotel
Ritz Carlton, Jakarta, Minggu (25/5) lalu, pertanyaan ini secara tidak langsung
terjawab.
Mardani H Maming yang sudah mendapat dukungan sedikitnya 22
BPD HIPMI, secara tegas menyatakan, HIPMI ke depan harus menjadi organisasi
yang kuat dan berkontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi Indonesia.
Dengan mengusung visi: Bersinergi Membangun Ekonomi Daerah,
Mardani menawarkan terobosan baru, yaitu mensinergikan antara pemerintah daerah
dengan para pengusaha muda daerah.
“Pemerintah daerah harus memberikan peluang kerja,
misalnya kontrak kerja kepada para pengusaha muda di daerahnya masing-masing
melalui proyek-proyek penunjukan langsung,” ujar Mardani.
Dengan demikian, sambung Mardani, para pengusaha muda
yang baru memulai karier dapat berkembang. Sehingga kelak akan tumbuh menjadi
pengusaha yang kuat dan handal.
Karena itulah untuk mewujudkan hasrat besarnya ini,
Mardani H Maing tak sungkan-sungkan menemui sejumlah tokoh senior HIPMI. Selain
untuk bersilaturahmi dan wujud rasa hormat, tentunya untuk mendapatkan masukan.
Mereka, Siswono Yudo Husodo serta Agung Laksono.
“Saya mendatangi para tokoh senior HIPMI, selain untuk
bersilaturhami, sekaligus ingin mendapatkan masukan dari mereka agar ke depan
dapat bersama-sama membangun dan membesarkan HIPMI,” jelas Mardani, Jumat (23/5)
di Jakarta.
Siswono Yudo Husodo dikenal sebagai seorang pengusaha di
bidang kontruksi yang handal. Ia pernah dua kali menjadi menteri, di antaranya
Menteri Perumahan Rakyat dan Menteri Transmigrasi. Bahkan Siswono Yudo Husodo
pernah menjadi calon wakil presiden di Pemilu 2004.
Sementera Agung Laksono dikenal sebagai pengusaha besar,
sekaligus politikus berpengalaman. Agung Laksono pernah menjabat sebagai Ketua
Umum BPP HIPMI di era 1984 hingga 1989.
Dari perjalanan karier politiknya, Agung Laksono beberapa
kali menjabat sebagai menteri, di antaranya Menkokesra 2009 – 2014, Menteri
Pemuda dan Olahraga, dan menjadi Ketua Umum DPP Partai Golkar.
Dari perjalanan dan pengalaman kedua tokoh ini, Mardani
menilai, HIPMI ke depan perlu lebih bekerja keras melahirkan
pengusaha-pengusaha muda yang handal, yang dapat memberikan kontribusi positif
bagi Indonesia agar lebih maju.
“Dari para tokoh pendahulu di HIPMI, kita dapat
mengambil teladan dan pelajaran berharga
mengenai perjuangan untuk mewujudkan para pengusaha muda yang tangguh,” tandas Mardani.
Lalu seperti apa sosok Mardani H Maming dalam mendukung
dan mendorong para pengusaha muda di Kalsel? Ternyata sangat dekat dan peduli
dengan anak-anak muda yang memiliki jiwa entrepreneurship.
Mardani yang tahun lalu sukses menggelar Proposal
Wirausaha, menantang anak-anak muda yang memiliki ide bisnis untuk diadu
kelayakannya. Sementara bagi pemenangnya, telah disiapkan hadiah dan juga
permodalan awal untuk memulai usaha.
Sedang program lainnya, memberikan peluang secara lebar
kepada pengusaha pemula, pengusaha muda, para pelaku UKM dan IKM untuk terus
berkembang, baik melalui event pameran, tantangan bisnis, hingga
pelatihan-pelatihan bisnis.
Kepedulian terhadap pengusaha muda di Kalsel dapat
dilihat dari seabrek business competition
maupun event yang diadakan MHM Official, wadah komunitas bisnis yang didirikan Mardani.
Seperti misalnya, MHM Menantang Pemuda Banua Jadi
Pengusaha, Kelas Menulis Kreatif, Turnamen Mobile legends, Koboy Kampus
Challenge, Program Aksi Babarasih Kampung/Mewarna Kampung MHM, Warung Kopi
Mahasiswa, Micro Youngpreneurs Business Training, Kampung Purun, Lomba Sambal
Banjar, Lomba Modern Dance, Lomba Hias Bakul Purun, Lomba Olahan Mandai, Lomba
Stand Up Comedy, Lomba Baca Puisi, Bazar UMKM Kreatif, Lomba Baulah Pupur
Basah/Dingin dan lain-lain.
“Mardani adalah paket lengkap bagi inspirasi
pengusaha-pengusaha muda. Masih muda, mandiri, berprestasi juga konsen
membimbing pengusaha-pengusaha muda,” ujar Nurul Istiqomah, pebisnis
kuliner yang kini merambah bisnis kemitraan melalui produk unggulan, burger
bakar di Kalsel. (yebe/aktivis media)
